Suara.com - Seorang lelaki yang ditangkap pihak kepolisian atas dugaan pembunuhan, di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (10/12/2014) lalu, mengakui telah membunuh setidaknya 42 orang dalam 10 tahun terakhir. Jika benar, sosok bernama Sailson Jose das Gracas (26) ini kemungkinan adalah pembunuh berantai terkejam di Brasil.
Yang cukup mengejutkan adalah bahwa berdasarkan keterangannya kepada petugas kepolisian di salah satu kantor polisi sekitar Rio, dia melakukan pembunuhan sebagai kesenangan sekaligus menikmati gejolak adrenalinnya. Namun dia juga mengaku biasa "bekerja" sebagai pembunuh bayaran.
Menurut sang tersangka pembunuh pula, dia lebih memilih korban perempuan berkulit putih, yang biasanya dibunuh dengan cara mencekik. Di antara 42 korbannya, diperkirakan sebanyak 39 orang adalah perempuan.
"Saya biasanya menuggu sampai ada kesempatan untuk masuk rumah (korban) dan membunuh," ungkap Das Gracas kepada wartawan, sambil menambahkan bahwa dia bisa mengintai dan menunggu berbulan-bulan.
"Ketika saya tidak melakukan itu (pembunuhan), saya jadi gugup, dan kemudian saya pergi berburu (mengincar korban lain)," ujarnya lagi. Kehadiran Das Gracas di depan media massa sendiri sengaja diatur polisi, serta merupakan hal yang biasa terjadi di Brasil.
Lebih jauh dikatakan Das Gracas, dia kerap kali harus membuang kuku para korbannya, demi menghindari luka atau goresan dari pergumulan mereka. Dia juga mengaku bahwa istrinya tahu soal pembunuhan yang dilakukannya.
Sang tersangka pembunuh menambahkan, dia mulai terlibat dalam tindak kejahatan sejak usia 15 tahun, dimulai dengan aksi perampasan tas. Lantas pada usia 17 tahun, dia mengaku akhirnya melakukan tindak pembunuhan pertamanya.
Sementara itu, beberapa pengamat menilai bahwa Das Gracas adalah seorang psikopat yang menikmati sorotan media. Oleh karenanya, setiap pengakuan tersangka itu harus diwaspadai dan perlu diperiksa ulang.
Meski begitu, pihak kepolisian mengaku yakin dengan pengakuan sosok ini, sembari terus mengecek ulang dengan catatan peristiwa pembunuhan selama ini. Disebutkan, setidaknya sejauh ini sudah ada empat kasus pembunuhan yang cocok dengan pengakuan Das Gracas.
Penangkapan ini sendiri muncul hanya berselang beberapa bulan sejak kasus lain yang hampir serupa di Brasil. Beberapa bulan lalu itu, seorang petugas keamanan di wilayah Goiania, juga mengaku telah membunuh 39 orang, di mana rata-rata adalah gelandangan dan kaum peniru lawan jenis (transvestis). [Reuters]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!