Suara.com - Seekor orangutan yang berada di kebun binatang di Argentina dibebaskan dan dipindahkan ke tempat penampungan setelah pengadilan menyatakan hewan tersebut sebagai non-human person alias orang non-manusia.
Keputusan pengadilan itu menyusul petisi habeas corpus yang diajukan oleh pecinta binatang. Petisi itu biasanya diajukan untuk menantang legalitas dari orang yang ditahan atau dipenjara.
Petisi itu diajukan pada November lalu atas penahanan Sandra, orangutan berusia 29 tahun asal Sumatera di kebun binatang di Buenos Aires, Argentina. Kelompok pembela hak binatang (AFADA) mengungkapkan, orangutan mempunyai fungsi kognitif dan harus diperlakukan sebagai sebuah obyek.
Pengadilan akhirnya sepakat bahwa Sandra yang lahir di Jerman sebelum ditransfer ke Argentina dua dekade lalu, layak untuk mendapatkan hak dasar dari orang non-manusia.
“Ini membuka jalan bagi orangutan lain dan juga mahluk hidup lain yang diperlakukan secara tidak adil di kebun binatang, tempat sirkus dan juga laboratorium penelitian,” kata pengacara dari AFADA, Paul Buompadre. (HuffingtonPost)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal