Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Jawa Timur, menurunkan sejumlah baliho berunsur Suku, Agama, Ras (SARA), yakni imbauan Umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2015 yang dipasang secara ilegal.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Malang, Andang R, Rabu (24/12/2014), mengatakan sejumlah baliho yang bertuliskan imbauan kepada Muslim untuk tidak mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru itu tidak memiliki izin alias ilegal, sehingga ditertibkan.
"Tugas kami sebagai penegak aturan, ya mencopoti baliho atau reklame yang melanggar, baik tidak berizin atau yang izinnya sudah habis. Sebelum mencopoti baliho tersebut, kami juga berkoordinasi dengan petugas ketertiban kecamatan," ujarnya.
Baliho yang dicopot sebanyak 30 buah dan hampir semua bertuliskan "Muslim yang baik tidak mengucapkan selamat Natal serta tidak merayakan Natal dan Tahun Baru".
Dalam baliho itu juga tercantum logo sejumlah institusi, seperti Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah, Forum Takmir Masjid Kota Malang, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, dan Radio Dakwah Islamiyah, namun siapa yang memasang baliho tersebut masih belum diketahui.
Baliho tanpa izin itu terpasang di berbagai titik dan merata di lima kecamatan yang ada di kota itu, yakni Kecamatan Kedungkandang, Sukun, Lowokwaru, Blimbing, dan Klojen.
Menanggapi maraknya baliho imbauan untuk tidak mengucapkan Natal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KH Badilowi Muslich, menegaskan MUI tidak pernah memasang spanduk larangan bagi Muslim untuk mengucapkan selamat Natal.
"Kami tidak memasang spanduk itu, bahkan kami dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)sudah mengingatkan agar menjaga kerukunan umat secara bersama," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
Singgung Pihak yang Nyinyir, Prabowo: Kita Akan Bekerja dengan Bukti
-
Serasa Magang saat Jabat Menhan, Prabowo Ungkap Alasan Boyong Menteri Jokowi ke Kabinet
-
Momen Hangat Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2025: Getarkan Senayan, Salami Para Jemaat
-
Puncak Arus Balik Mudik Nataru 2025 di Pelabuhan Feri Bastiong
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur