Suara.com - Kamis (25/12/2014) pagi tadi, jemaat GKI Yasmin tidak bisa melaksanakan ibadah Natal di gereja yang terletak di Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat. Jemaat langsung dihadang sejumlah petugas Satpol PP yang menghalangi jemaat beribadah di dalam gereja yang sah. Bona Sigalingging, Juru Bicara GKI Yasmin, dan Jayadi Damanik, mewakili pengurus lainnya mempertanyakan alasan pelarangan. Satpol PP bernama Prabowo menyatakan bahwa mereka tidak akan membuka gereja karena tidak mendapatkan perintah dari Wali Kota.
Di saat perdebatan terjadi, di muka gerbang gereja terdengar teriakan histeris dua orang ibu-ibu pengurus jemaat GKI Yasmin. Mereka merasa sangat marah karena untuk kelima kalinya mereka dilarang beribadah Natal di dalam gereja. Disaat seperti itu, mulai terdengar suara dari sekelompok laki-laki yang selama beberapa kali penghadangan peribadatan, selalu tampak muncul dilapangan, sebagai anggota dari Forum Komunikasi Muslim (Forkami), termasuk Koordinatornya, Ahmad Iman.
"Satpol PP dorong dong!", "Satpol PP jangan diam saja!", "Woi minggir kalian, ini bukan gereja!", "Pergi, pergi", "Tak ada Ombudsman, tak ada MA, saya penguasa di sini", menjadi teriakan yang bersahut-sahutan terdengar. Seiring dengan teriakan-teriakan itu, Satpol PP Kodya Bogor mulai mendorong-dorong pengurus jemaat yang datang, menjauh dari gereja.
Beberapa pengurus perempuan tampak bertahan dipinggir trotor dan mulai bernyanyi lagu-lagu rohani. Forkami tampak makin merengsek maju, sambil berteriak-teriak: "Woi, ngapain itu nyanyi-nyanyi, bubar-bubar!" Satpol PP pun semakin keras mendorong pengurus gereja semakin jauh dari gereja yang disegel.
Sekitar 30 menit peristiwa pengusiran itu terjadi diwarnai teriakan Forkami dan jerit histeris Ibu-Ibu pengurus jemaat GKI Yasmin hingga akhirnya pengurus kembali ke rumah salah jemaat tidak jauh dari gereja.
“Negara masih saja gagal untuk bersikap tegas terhadap kelompok intoleran. Selalu saja jelas terlihat bagaimana aparat negara dikendalikan kelompok intoleran,” kata Muhamad Subhi dari The Wahid Institute dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Kamis (15/12/2014).
Menanggapi pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengklaim bahwa GKI Yasmin telah dibubarkan oleh GKI Pengadilan, Bona Sigalingging, menyampaikan bahwa pihak GKI Yasmin telah melakukan pengecekan kepada Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI, Pendeta Jahja Wijaya.
"Sesuai Rapat Kerja Sinode GKI di Magelang pada 2012, ditegaskan bahwa gereja GKI di Taman Yasmin adalah bagian integral dari GKI dan dimandatkan untuk terus dikembangkan, jadi tidak ada pembubaran gereja GKI manapun,” kata Bona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Mantan Kades Rindu Hati Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kasus Dana Desa Rugikan Negara Rp892 Juta
-
Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras
-
DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil
-
Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar
-
Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat
-
Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah
-
DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN
-
Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas
-
Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI