Suara.com - Keluarga Pilot pesawat Air Asia QZ 8510 Kapten Iriyanto, warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku kaget dan tidak percaya akan berita hilangnya pesawat jurusan Surabaya-Singapura tersebut dari pantauan radar ATC.
"Kami belum yakin akan berita yang menyebutkan pesawat hilang kontak. Perwakilan keluarga saat ini sedang berangkat ke Sidoarjo untuk memastikan kabar tersebut," kata Ayik Folia Atmaja, keponakan Kapten Pilot Iriyanto, di Sleman, Minggu (28/12/2014) siang.
Menurut dia, saat ini seluruh keluarga besar masih berharap ada mukjizat di balik hilangnya pesawat Air Asia tersebut.
"Saat ini istri dari Kapten Irianto bersama dengan beberapa kerabat sedang menuju Sidoarjo," katanya.
Ia mengatakan, berita hilangnya pesawat Air Asia tersebut diterima keluarga, Minggu (28/12/2014) pagi.
"Saat mendengar kabar tersebut, ya, kami kaget dan tidak percaya. Kabar pertama kali diketahui keluarga justru dari berita di televisi," katanya.
Ayik mengatakan bahwa dari pihak Air Asia sendiri belum memberikan kabar resmi mengenai hilangnya pesawat yang dalam perjalanan menuju Singapura tersebut.
"Kami belum ada persiapan apa pun. Kami keluarga masih berharap segera mendapat kepastian kabar mengenai hilangnya pesawat tersebut," katanya.
Ia mengatakan bahwa Kapten Irianto pada hari Senin pekan lalu sempat pulang ke Sleman untuk melayat adiknya yang meninggal dunia.
Pesawat Air Asia Q7 8510 dikabarkan hilang dari pantauan radar ATC Minggu pagi saat terbang menuju Singapura dari Bandara Juanda Surabaya.
Pesawat jenis Air Bus A320-200 ini membawa penumpang sebanyak 150 orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?