- Seorang pria tewas akibat luka tikaman senjata tajam di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, pada Kamis 14 Mei 2026.
- Peristiwa bermula dari perselisihan antara korban dengan pelaku yang disaksikan oleh warga di sekitar lokasi kejadian perkara.
- Polsek Cengkareng kini sedang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut dan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri.
Suara.com - Aksi kekerasan berujung maut menggemparkan kawasan Komplek Permata atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/5/2026).
Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tikaman senjata tajam yang memenuhi sekujur tubuhnya.
Peristiwa berdarah di wilayah yang dikenal rawan narkoba ini bermula dari perselisihan antara korban dengan seorang pria lainnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Dedi Sumardi, perkelahian tersebut terjadi sesaat setelah dirinya pulang menjalankan ibadah salat.
"Pas saya pulang salat ada yang berantem. Saya cuma bilang, 'Woy sudah jangan berantem',” ujar Dedi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Dedi mengaku tidak mengetahui secara pasti pangkal permasalahan yang memicu keributan tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, situasi di lokasi cukup ramai oleh kerumunan orang.
"Yang berantem siapa aja saya nggak tahu, orang-orang ini kan banyak tadi kumpul-kumpul," ucapnya.
Dedi memastikan korban bukan merupakan warga setempat. Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan akibat serangan senjata tajam yang brutal.
“Lukanya banyak sekali. Iya, kayak senjata tajam,” imbuh Dedi.
Baca Juga: Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?
Polisi Buru Pelaku
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Pihaknya kini tengah bergerak melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku.
"Korbannya ada satu orang meninggal dunia," kata Gultom saat dikonfirmasi.
Gultom menjelaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya adu mulut sebelum terjadinya penikaman. Namun, polisi belum bisa membeberkan motif di balik pembunuhan tersebut karena proses pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung.
"Awalnya cekcok mulut. Ini kami masih pendalaman, masih lidik. Belum bisa kami simpulkan, pelaku masih dalam pengejaran," jelasnya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi.
Pihak kepolisian masih terus menyisir lokasi kejadian dan meminta keterangan saksi tambahan guna melengkapi berkas penyidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan
-
Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!
-
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik
-
Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola
-
DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi
-
Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan
-
Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat
-
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim