Suara.com - Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai kemampuan pencarian dan penyelamatan (search and rescue atau SAR) terbaik di kawasan Asia, demikian dikatakan sejumlah pakar internasional bahkan sebelum puing pesawat AirAsia QZ8051 ditemukan pada Selasa (30/12/2014).
"Indonesia punya banyak pengalaman dalam menangani bencana. Mereka sangat bagus dalam menginvestigas bencana," kata Greg Waldron, editor majalah FlightGlobal kepada Wall Street Journal pada Minggu (28/12/2014).
Seperti yang diketahui Badan SAR Nasional pada Selasa memastikan telah menemukan puing-puing pesawat AirAsia QZ8051 di Laut Jawa, dekat dengan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pesawat nahas itu diduga mengalami kecelakaan saat terbang dari Surabaya menuju Singapura pada Minggu.
Basarnas hanya butuh dua hari untuk menemukan lokasi, puing, dan bahkan jenazah penumpang pesawat Airbus 320 itu. Hingga berita ini diturunkan proses evakuasi masih terus berlangsung.
Menurut Waldron, Basarnas sudah kenyang pengalaman dalam menangani kecelakaan tranportasi udara selama bertahun-tahun, meski medan yang dihadapi tergolong berat. Ia mencatat keberhasilan tim SAR Indonesia dalam beberapa kasus seperti kecelakaan pesawat Lion Air pada April 2013 dan tabrakan Sukhoi Superjet 100 pada Mei 2012.
Waldron juga mengatakan bahwa tim SAR Indonesia juga menjalin kerja sama erat dengan badan-badan penyelidik internasional, termasuk dengan Badan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat.
Sementara itu menurut Mark Martin dari perusahaan konsultan Martin Consulting, Indonesia akan cepat menemukan pesawat nahas itu karena mempunyai peralatan yang mumpuni.
"Indonesia punya kendaraan bawah air tanpa awak yang bisa menerobos ke lautan. Jika pesawat itu tenggelam, maka saya yakin bahwa pesawat itu akan dengan mudah dilacak dan upaya penyelamatan bisa berjalan lancar," kata Martin.
Sementara pada Selasa petang Presiden Joko Widodo juga berterima kasih atas kerja keras Basarnas, TNI, dan masyarakat yang ikut membantu penemuan pesawat AirAsia QZ8051 di Laut Jawa.
Pujian untuk Basarnas juga membanjir di media sosial, termasuk Twitter. Basarnas bahkan masuk dalam 10 topik paling top di Twitter Indonesia hingga Selasa malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Pria 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta