Suara.com - Kapal riset milik Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) I sedang melakukan operasi di lokasi terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 kehilangan kontak dengan Air Traffic Controller (ATC) pada Minggu (28/12/2014).
"Kapal sudah di lokasi pukul 05.00 WIB dan langsung melakukan operasi dengan multibeam echo sounder di area titik 'lost contact'," kata Kepala Seksi Program Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M Ilyas kepada Antara di Jakarta, Kamis (1/1/2015).
Fokus utama Baruna Jaya I, menurut dia, mencari badan pesawat Airbus 320-200 milik maskapai penerbangan AirAsia. Karena itu, operasi kapal riset ini dilakukan di area pesawat hilang kontak dengan ATC bukan di area ditemukannya serpihan pesawat dan jenazah.
Ahli-ahli BPPT, ia mengatakan telah membuat model arah dan kecepatan arus di Selat Karimata ke Laut Jawa dari tanggal 27 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015. Model tersebut dibuat dengan interpretasi awal di lokasi pesawat kehilangan kontak dan lokasi serpihan pesawat ditemukan.
Berdasarkan model tersebut terlihat pergerakan arus ke arah timur utara dari titik pesawat mengalami kehilangan kontak. Sehingga, menurut dia, jika melihat model yang telah dikembangkan tersebut kemungkinan badan pesawat berada di sebelah barat dari titik penemuan serpihan dan jenazah.
"Semoga benar dan cepat dapat ditemukan. Kami mohon doanya supaya berjalan lancar dan cepat ditemukan," ujar dia.
Titik operasi Baruna Jaya I, ia mengatakan saat ini memang berada di lokasi terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 hilang kontak dengan ATC. Namun, operasi tentu dapat bergeser sesuai arahan Badan SAR Nasional (Basarnas).
"Kondisi cuaca saat Baruna Jaya I tiba di lokasi memang buruk. Kondisi gelap (tertutup awan mendung), tinggi gelombang dua hingga empat meter," ujar dia.
Multibeam echo sounder, ia mengatakan masih dapat bekerja baik dengan tinggi gelombang dua meter sehingga operasi pencarian badan pesawat langsung dilakukan.
"Kalau dua meter gelombang tidak masalah karena kita juga biasa melakukan survei dengan tinggi gelombang tersebut".
Baruna Jaya I akan berhenti beroperasi jika ketinggian gelombang bertambah hingga lima meter. Karena, menurut dia, alat multibeam echo sounder tidak bisa bekerja baik.
Tag
Berita Terkait
-
Rekaman Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Adu Banteng di Bandara JFK
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
-
KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp
-
Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone
-
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara