- Dua pesawat nyaris bertabrakan di Bandara JFK, Amerika Serikat, pada Senin sore sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
- Pesawat Republic Airways menyimpang ke jalur Jazz Aviation hingga kedua pesawat berada dalam jarak hanya 350 kaki.
- Pilot merespons instruksi menara pengawas dan sistem anti-tabrakan dengan segera mengubah ketinggian sehingga pesawat mendarat dengan selamat.
Suara.com - Rekaman Mengerikan Detik-detik Dua Pesawat Nyaris Tabrakan di Bandara JFK
Insiden menegangkan terjadi di Bandara JFK, Amerika Serikat saat dua pesawat nyaris bertabrakan saat akan mendarat.
Rekaman komunikasi menara pengawas mengungkap detik-detik krusial ketika alarm bahaya berbunyi dan pilot diperintahkan mengubah jalur secepatnya.
Menurut Federal Aviation Administration, insiden terjadi pada Senin sore sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Pesawat Republic Airways Penerbangan 4464 dilaporkan menyimpang dari jalur pendekatan dan mengarah ke lintasan pesawat Jazz Aviation Penerbangan 554.
Data pelacakan menunjukkan kedua pesawat sempat berada dalam jarak hanya sekitar 350 kaki.
Situasi ini memicu kepanikan di menara kontrol yang langsung mengeluarkan peringatan tegas.
“Anda memasuki jalur pendekatan landasan 31 kiri. Segera koreksi!” ujar pengatur lalu lintas udara dalam rekaman tersebut seperti dilansir dari NY Post.
Sementara itu, pilot Jazz Aviation diperintahkan untuk naik ke ketinggian 3.000 kaki guna menghindari potensi tabrakan.
Baca Juga: Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
Sistem peringatan tabrakan di dalam kokpit juga aktif di kedua pesawat.
Awak penerbangan merespons cepat instruksi tersebut dan berhasil menghindari bencana di udara.
Pihak maskapai menyatakan kru menerima peringatan tingkat tinggi dari sistem anti-tabrakan. Instruksi ini biasanya memerintahkan pilot untuk segera naik atau turun guna menghindari ancaman.
Kedua pesawat akhirnya mendarat dengan selamat sebelum pukul 15.00.
Meski demikian, otoritas penerbangan memastikan investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab insiden.
Berita Terkait
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Bocor! Trump Teriak-teriak selama 2 Jam hingga Diusir dari Ruangan saat 2 Pilot Jatuh di Iran
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru
-
Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Belum Ada APAR untuk Mobil Listrik, DPRD DKI Peringatkan Risiko Kebakaran
-
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
-
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer