Suara.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyambangi Lanud TNI Angakatan Udara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada pukul 07.40 WIB, hari ini, Kamis (8/1/2015).
Dia mengaku siap memimpin sendiri proses pencarian dan pengevakuasian korban Pesawat AirAsia QZ8501 dan memanfaatkan cuaca yang cukup bersahabat pada hari pencarian ke 12.
"Saya akan manfaatkan cuaca hari ini, prioritas saya akan pimpin sendiri," kata Moeldoko di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Kendati demikian, die menjelaskan kalau kendala umum masih menghadang, terutama soal cuaca yang bisa saja cepat berubah.
Kedala lainnya, yakni tingkat kejernihan air juga masih menjadi kendala utama dalam melakukan penyelaman untuk pengangkatan ekor pesawat AirAsia dan rendahnya kemampuan balon untuk mengangkat beban.
Kemampuan balon untuk mengangkat bebat dari lautan hanya mencapai 10 ton saja
"Ada beberapa kendala seperti arus bawah laut, tingkat kejernihan air sampai dengan batas penglihatan 0 meter," jelasnya.
Seperti diketahui, Tim SAR Gabungan sudah menemukan ekor pesawat nahas tersebut melalui dua penyelam kemarin, Rabu(7/1/2015).
Pengangkatan ekor pesawat tersebut dinilai sangat penting, karena ditempat tersebut terdapat kotak hitam yang merekam data komunikasi dan penerbangan yang jatuh di Selat Karimata, Klaimantan Tengah, saat mengangkut 162 orang.
Tag
Berita Terkait
-
Tim Identifikasi Masih Kekurangan DNA Pembanding Korban AirAsia
-
BMKG: Cuaca Bersahabat di Lokasi Pencarian Kotak Hitam AirAsia
-
Hari Ini Tim Evakuasi Incar Kotak Hitam dan Ekor Pesawat AirAsia
-
Pemerintah Larang Penerbangan Empat Maskapai dari Juanda
-
AirAsia Jatuh, Menteri Rini Panggil 3 BUMN Jasa Penerbangan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS