Suara.com - Wakil Ketua Komite I DPD RI membidangi pemerintah daerah, Fachrul Razi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi alokasi dana desa 2015. Dimana, berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah menggelontorkan 10 persen dari anggaran dana transfer daerah untuk pembangunan desa.
Berarti mulai tahun 2015, pemerintah mengalokasikan dana Rp550 juta setiap desa per tahun yang berasal dari Alokasi Dana Desa dan 10 persen dari dana transfer daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengawasi alokasi dana desa 2015, sebagaimana kita tahu perintah UU nomor 6 tahun 2014 bahwa pemerintah harus mengalokasikan 10 persen dana transfer daerah untuk membangun desa. Jadi sejak 2015 setiap desa memperoleh 550 juta,” kata Fachrul Razi, Kamis (8/1/2015).
Senator muda asal Aceh ini mengingatkan kepada seluruh aparat desa di seluruh Indonesia untuk memperkuatkan posisi desa dengan memanfaatkan anggaran yang cukup besar tersebut dengan maksimal. Misalnya, dana itu untuk membangun infrastruktur irigasi, jembatan, dan jalan-jalan menuju pusat ekonomi desa (pertanian, perkebunan, perikanan) sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita mengingat seluruh kepala desa seluruh Indonesia agar memanfaatkan sebaik mungkin dan tepat sasaran alokasi dana desa yang sangat besar dari pemerintah tersebut untuk membangun infrastruktur desa dalam rangka menumbuhkan pusat ekonomi dan kesejahteraan rakyat desa,” kata Fachrul Razi.
Mahasiswa program doktoral Ilmu Politik FISIP UI ini juga berpendapat bahwa untuk menghindari terjadinya penyimpangan terhadap alokasi dana desa ini ke depan perlu adanya regulasi khusus yang mengatur masalah tersebut. Selain itu, Fachrul Razi juga menilai bahwa untuk mengelola alokasi dana desa yang cukup besar saat ini perlu penguatan kapasitas aparat desa melalui pendidikan dan pelatihan singkat.
“Ke depan saya pikir perlu dibuat regulasi khusus mengenai pengelolaan dana desa untuk menghindari terjadinya penyimpangan. Kemudian saya menilai aparat desa saat ini perlu dikuatkan kapasitas melalui diklat,” kata Fachrul Razi.
Fachrul Razi berharap ke depan setelah menguatnya posisi desa baik infrastruktur maupun kapasitas aparat desa akan mendukung planing pemerintah sebagaimana wacana berkembang bahwa kemajuan dan pembangunan bangsa dimulai dari desa.
Oleh karena itu, lembaga-lembaga terkait dengan desa, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa dan Transmigrasi harus sinergis dalam upaya membangun desa
“Ke depan kita berharap lembaga-lembaga yang terkait dengan pembangunan desa harus sinergis dalam merealisasikan program masing-masing. Sehingga upaya membangunan negara dari desa bisa tercapai,” kata Fachrul Razi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia
-
3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo
-
Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet
-
Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'