Suara.com - Senator DPD RI Asal Aceh Fachrul Razi mendorong kesiapan daerah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diberlakukan akhir 2015. MEA merupakan suatu model integrasi ekonomi di kawasan Asean. Dalam penerapan MEA nantinya, maka Asean akan terbuka untuk perdagangan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja.
“Kami mendorong secara penuh kesiapan daerah dalam menyambut MEA 2015. Era keterbukaan pasar di Asia Tenggara nantinya akan berdampak secara langsung terhadap daerah, ” kata Wakil Ketua Komite I DPD RI itu dalam pernyataan tertulis yang dikirim kepada suara.com, Selasa (16/12/2014).
Fachrul menilai beberapa alternatif perlu dicanangkan dan disiapkan daerah dalam menyongsong MEA 2015. Pertama, daerah harus mengangkat produk-produk unggulan dari masing-masing daerah. Kedua, mendorong industrialisasi sektor strategis di daerah seperti sektor pertambangan, sektor pertanian (kehutanan dan perkebunan) dan perikanan. Ketiga, menyiapkan tenaga kerja profesional dan berkualitas dalam skala daerah.
“Saya mencermati, dalam menghadapi MEA 2015 pemerintah daerah perlu menyiapkan yaitu produk-produk unggulan daerah, industrialisasi sektor strategis di daerah seperti pertambangan, perkebunan, pertanian serta perikanan. Di samping itu, SDM profesional dan berkualitas tak kalah penting [erlu dipersiapkan,” kata Fachrul.
Fachrul menganggap secara umum tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dan daerah dalam menghadapi MEA adalah rendahnya daya saing jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Asean, terutama Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Menurut World Economic Forum peringkat daya saing Indonesia pada tahun 2012-2013 masih jauh di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Bahkan, laporan International Management Development 2013 menyebutkan bahwa daya saing Indonesia bahkan di bawah Filipina. Agar Indonesia tidak menjadi korban AEC 2015, harus ada upaya untuk mengakselerasi semua kebijakan ekonomi sehingga daya saing ini meningkat secara lebih cepat.
“Daya saing Indonesia bila kita cermati dari laporan WEF sangat memprihatinkan berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. Karena itu, percepatan semua kebijakan ekonomi sangat penting untuk menaikkan daya saing kita di regional ASEAN,” kata Fachrul.
Lebih jauh, dalam pengamatan Fachrul, jika industri Indonesia tidak mampu bersaing di tataran Asean maka MEA merupakan suatu musibah (loss of opportunities). Sebaliknya jika industri Indonesia mampu bersaing dan eksis di pasar MEA, maka Indonesia akan memperoleh manfaat besar bagi perekonomian. Dimana 40 persen pasar Asean berada di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus dapat melihat dan menyongsong MEA dengan segala peluang dan tantangan serta segera mengambil tindakan nyata dan kebijakan yang berdampak positif bagi Indonesia.
“Bila kita tidak mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN, MEA bisa menjadi musibah bagi kita. Akan tetapi sebaliknya, bila kita mampu bersaing di pasar MEA. Maka MEA akan sangat bermanfaat bagi bangsa kita,” kata Fachrul.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar