Suara.com - Sebuah bom bunuh diri yang dibawa oleh seorang bocah perempuan berusia sekitar 10 tahun, meledak di sebuah pasar yang ramai di Maiduguri, Nigeria, Sabtu (10/1/2015) waktu setempat. Pihak keamanan melaporkan, bom tersebut menewaskan setidaknya 20 orang termasuk bocah pembawanya, serta melukai hampir 20 orang lainnya.
Sebagaimana diberitakan AFP, ledakan bom dahsyat itu terjadi pada tengah hari, tepatnya pukul 12.40 waktu setempat, ketika pasar tengah ramai-ramainya dengan aktivitas pedagang dan pembeli.
"Jumlah korban: 20 tewas dan 18 luka-luka, termasuk gadis pembawanya yang meledakkan bom bunuh diri yang sudah dikembangkan sedemikian rupa itu," ungka Gideon Jubrin, juru bicara Kepolisian Negara Bagian Borno, kepada wartawan.
Pasar itu sendiri diketahui sudah pernah dua kali menjadi lokasi aksi bom bunuh diri oleh perempuan, pada akhir tahun lalu.
Terkait aksi terbaru ini, belum ada klaim dari pihak yang bertanggung jawab melakukannya. Namun kelompok militan Boko Haram diketahui belakangan mulai kerap menggunakan perempuan dan anak gadis dalam aksi-aksi serupa, memasuki enam tahun upaya radikal mereka mewujudkan negara ekstrem yang diklaim beraturan Islam.
Menurut Ashiru Mustapha, salah seorang pejuang sipil, ledakan itu sendiri terjadi ketika sang bocah perempuan tengah diperiksa di pintu masuk pasar tersebut.
"Gadis itu berusia sekitar 10 tahun, dan saya ragu jika dia benar-benar tahu apa yang dipasangkan di tubuhnya," ungkap Mustapha kepada AFP.
"Bahkan sebenarnya, dia sedang diperiksa di pintu masuk pasar, di mana alat pendeteksi logam menunjukkan dia membawa sesuatu," sambungnya.
"Sayangnya, ledakan terjadi sebelum gadis itu sempat diamankan, yang menewaskan setidaknya 10 orang dan melukainya banyak orang lainnya," tambahnya.
Pasar itu pun lantas segera ditutup, beriringan dengan petugas keamanan dan medis yang kemudian harus menelusuri puing-puing sisa ledakan demi menemukan potongan-potongan tubuh korban. Salah seorang petugas Palang Merah yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa 10 jenazah telah dibawa ke ruang mayat di Rumah Sakit Spesial Borno.
"(Sementara) Masih banyak korban lainnya yang menderita luka-luka yang sifatnya kritis," sambungnya.
Sebuah serangan serupa di pasar itu pada 1 Desember 2014 lalu tercatat menewaskan 10 orang. Sementara sepekan sebelumnya, serangan bom lainnya juga telah menewaskan lebih dari 45 orang di lokasi yang sama.
Boko Haram sendiri diketahui menggunakan perempuan untuk pertama kalinya dalam aksi bom bunuh diri pada Juni lalu di Gombe, kawasan utara negeri itu. Sejak itu, beberapa aksi serupa juga telah terjadi, termasuk empat kejadian beruntun dalam sepekan di Kota Kano.
Pada Juli lalu, seorang gadis usia 10 tahun pun ditemukan di daerah Katsina, dengan rompi bermuatan bom bunuh diri di tubuhnya. Dugaan yang berkembang sejak itu adalah bahwa para bocah perempuan itu tampaknya dipaksa untuk menjadi "senjata hidup" baru oleh kaum militan, yang diyakini tidak lagi semata mengandalkan motivasi ideologi. [AFP]
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL