Suara.com - Dua jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 ditemukan di perairan laut Maradapan Pulau 9, Kota Baru, Kalimantan Selatan. Dua jenazah tersebut merupakan dua orang dewasa dan saat ini sudah 'diamankan' di rumah kepala desa Maradapan.
"Di sekitar laut Maradapan pulau 9 kotabaru telah ditemukan yang diduga korban AirAsia," kata Kapolres Kota Baru AKBP Rizal Irawan kepada wartawan, Rabu(14/1/2015).
Selain kedua jenazah tersebut, juga ditemukan benda yang diduga kursi pesawat serta beberapa barang lainnya yang diduga milik penumpang pesawat nahas yang jatuh di perairan Selat Karimata pada Minggu (28/12/2014) silam. Pesawat ini mengangkut 155 penumpang dan tujuh awak pesawat, namun hingga kini baru 48 jenazah korban yang berhasil ditemukan.
"Ditemukan juga yang diduga kursi dan beberapa barang lainnya," imbuh Irawan.
Sementara untuk memastikan dan mengevakuasi temuan tersebut, sudah dikirimkan anggota polisi air unit identifikasi dan biro kesehatan ke lokasi. Namun, hasil pemeriksaan diperkirakan tidak bisa segera diketahui mengingat jarak tempuh ke lokasi membutuhkan waktu 12 jam lebih untuk pergi dan kembali.
Saat ini pihak Polres Kota Baru sudah berkoordinasi dengan pihak Basarnas yang mengoordinasikan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan AirAsia QZ8501.
"Upaya yang dilakukan mengirimkan anggota Polair, unit identifkasi dan biro kesehatan ke lokasi yang cukup jauh dengan speedboad, sehingga besok pagi baru tiba," ujar Irawan.
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
DPRD DKI Soroti TPS Ilegal hingga Parkir Liar, Desak Pemprov Benahi Lingkungan
-
Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon
-
Sampah Setinggi 4 Meter Kepung TPS Rawadas, Warga Desak Tambahan Truk: 'Kasihan Masyarakat'
-
IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
-
Kemenekraf Respons Kasus Amsal Sitepu, Soroti Penilaian Jasa Kreatif yang Kerap Disamakan Barang
-
KontraS Ungkap Kondisi Kritis Andrie Yunus di DPR: Dua Pekan Dirawat di HCU
-
Komisi III DPR Gelar Rapat Bahas Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus