Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyatakan bahwa dirinya tak ingin lagi disebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) ketika ingin membereskan permukiman liar di bantaran Kali Ciliwung yang kerap terkena banjir.
Apalagi masalahnya, menurut Ahok, banjir kini nyatanya masih terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Menurutnya pula, Jakarta memang masih belum bisa disebut bebas banjir, lantaran pompa penyedot airnya masih belum siap dan masih banyaknya permukiman di bantaran Ciliwung.
"Gak bisa dong (bebas banjir). Orang pompanya belum siap. Makanya syaratnya apa? Jangan bilang saya melanggar HAM," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (23/1/2015).
"Saya mau tanya. Membiarkan orang direndam banjir sampai 60-70 cm, melanggar HAM nggak? Langgar HAM juga! Sekarang saya tanya, kalau rendamnya jutaan orang, sama nyingkirin 5.000-10.000 orang di atas sungai, mana yang lebih melanggar HAM?" lanjut Ahok.
Lebih jauh, mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, jika Jakarta mau bebas dari banjir, warga haruslah mengizinkan Pemprov DKI menangani permukiman liar yang berada di bantaran sungai.
"Mau bebas banjir, semua sungai harus dinormalisasi. Pompa mau kita pasang, nggak ada urusan ngelanggar HAM. Kalian sudah ngelanggar HAM lama. 'HAM yang mana?' saya bilang. Hamburger?" tandas Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook
-
Istana Jawab Ancaman Mogok: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc di Meja Presiden Prabowo
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas