- DPP PAN memberhentikan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, dari jabatan struktural partai pasca-OTT KPK.
- PAN menyatakan tindakan Fikri adalah tanggung jawab pribadi yang melanggar platform serta nilai integritas partai.
- KPK menangkap Fikri Thobari melalui OTT terkait dugaan suap dalam proyek di Kabupaten Rejang Lebong.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) mengambil langkah tegas menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.
PAN menyatakan telah memberhentikan Fikri dari seluruh jabatan struktural partai.
Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas tindakan kadernya tersebut.
Menurutnya, perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Fikri Thobari sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh partai.
"PAN menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan merupakan tanggung jawab pribadi, melanggar platform perjuangan PAN, dan tidak mencerminkan nilai, prinsip, serta komitmen PAN dalam menjunjung tinggi integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih," ujar Viva kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Sebagai langkah cepat organisasi, DPP PAN telah menonaktifkan Fikri Thobari dari kepengurusan.
"DPP PAN memberhentikan Muhammad Fikri Thobari dari jabatan struktural partai. Untuk sementara, kepemimpinan Ketua DPD PAN Rejang Lebong diambil alih oleh DPW PAN Bengkulu," tegasnya.
Terkait proses hukum di KPK, Viva Yoga menyatakan bahwa PAN menghormati penuh langkah-langkah yang diambil oleh lembaga antirasuah tersebut.
Ia berharap penegakan hukum dapat berjalan secara objektif, profesional, dan transparan sesuai dengan prinsip keadilan.
Baca Juga: Terjaring OTT Proyek Daerah, Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Segera Disidang
Lebih lanjut, Viva Yoga menegaskan komitmen PAN yang sejak awal berdiri mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kejadian ini akan menjadi momentum bagi internal partai untuk memperkuat sistem pembinaan kader dan memperketat pengawasan internal bagi setiap kader yang menduduki jabatan publik.
Di akhir pernyataannya, PAN juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas peristiwa yang melibatkan kadernya tersebut.
"Kepada masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini. PAN tetap berkomitmen terus bekerja untuk rakyat, mengabdi, dan menjaga kepercayaan publik dalam membangun bangsa yang bebas dari korupsi," pungkasnya.
Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, sebelum digelandang ke Gedung Merah Putih, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Fikri.
Berita Terkait
-
Terjaring OTT Proyek Daerah, Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Segera Disidang
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno
-
Jelang Putusan Praperadilan Gus Yaqut, KPK Optimis: Seluruh Proses Dilakukan Sesuai Perundangan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Ini Alasan KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Iran Tetap Teguh di Jalur Wilayat al-Faqih Meski Digempur Serangan AS - Israel karena Ini
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Pejabat hingga Ulama Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana, Quraish Shihab Beri Tausiah!
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut
-
Duet AS-Israel Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'
-
Detik-detik Jaklingko Terguling di Lebak Bulus Viral di Media Sosial
-
Video Penyerangan Petasan ke Toko Tramadol Viral, Polisi Gerebek Kios dan Sita Ratusan Pil
-
Dari Tenda ke Kelas Darurat, 6 RKD Kini Hadir untuk Pulihkan Pembelajaran di Pidie Jaya Aceh
-
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Kala Balai Kota Jakarta Jadi Tempat Berburu Sembako Murah Tanpa Dompet dan Wadah Berbagi