Suara.com - Pakar hukum yang juga merupakan pegiat anti korupsi, Denny Indrayana menilai, sikap yang ditunjukkan presiden Joko Widodo untuk memastikan posisi Komjen Budi Gunawan saat ini dianggap aneh.
Menurutnya, Jokowi sebagai presiden memiliki hak oenuh untuk memastikan penunjukkan BG dibatalkan tanpa harus menunggu hasil proses praperadilan.
"Malah Aneh presiden tunggu hasil praperadilan, karena kewenangan sudah sepenuhnya diserahkan ke dia, harusnya Pak Jokowi tidak tunggu praperadilan," kata Denny di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015).
Denny merujuk pada Undang-undang Polri dimana pengangkatan dan pemberhentian sudah sepenuhnya merupakan hak presiden.
Sedangkan terkait proses politik di DPR, dia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian yang memang harus dilalui, namun keputusan utamanya tetap bergantung pada Jokowi sendiri.
"Keputusan pengangkatan tersebut sudah diatur dalam UU Polri, dan kewenangan itu sepenuhnya berada ditangan presiden," jelas mantan Wakil Menteri Hukum dan Ham ini.
Calon tunggal Kapolri yang diusung oleh Presiden Jokowi Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus gratifikasi dan rekening mencurigakan oleh KPK.
Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa 13 Januari 2015 lalu dalam kasus gratifikasi dan rekening mencurigakan saat menjadi Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri pada 2003-2006.
Budi diduga melanggar Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga