Pemerintah Indonesia telah secara resmi memberitahu Kedutaan Besar Australia di Jakarta, bahwa dua anggota Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, akan dieksekusi bulan ini.
"Kami telah mengirim pemberitahuan kepada Kedutaan Besar Australia kemarin sore, untuk memberitahukan bahwa eksekusi akan dilaksanakan bulan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Armanantha Nassir ketika dimintai konfirmasi news.com.au.
Menurut Nassir, surat itu dikirim setelah pihaknya diberitahu oleh Jaksa Agung tentang rencana eksekusi. Myuran dan Andrew Chan sudah diberitahu oleh Konsulat Australia di Bali, mengenai berita mengejutkan ini, Jumat (6/2/2015) di penjara Kerobokan Bali.
Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengonfirmasi telah secara resmi memberitahu kedutaan besar negara-negara yang warganya menghadapi eksekusi, bahwa grasi mereka telah ditolak dan mereka akan dieksekusi. Namun belum disebutkan tanggal eksekusi serta jumlah orang yang akan dieksekusi.
Keluarga para terpidana, yang berkunjung ke Bali selama masa penantian yang emosional, memahami bagaimana perasana para terpidana saat mendengar berita suram ini. Ibu dan adik Sukumaran, dengan berlinang air mata memohon agar Sukumaran tidak dieksekusi.
"Jangan membunuh mereka. Mereka adalah anak-anak yang baik," kata Raji Sukumaran setelah mengetahui bahwa pemerintah Indonesia telah memberitahu keduanya akan dieksekusi bulan ini.
"Beri dia kesempatan kedua ... kita tidak tahu berapa lama kita punya. Mereka telah direhabilitasi dan kami sangat mencintainya,"ujar Raji penuh emosi.
Sementara saudara Sukumaran, Brintha memohon agar kakaknya dibiarkan hidup. Brintha mengatakan bahwa Myuran baru saja menjual beberapa lukisannya untuk membayar operasi untuk tahanan perempuan yang menderita kanker pankreas.
"Dia melakukan semua yang dia bisa untuk membantu orang-orang di dalam," katanya.
Pemerintah sebelumnya telah mengatakan delapan pengedar narkoba, tujuh di antaranya adalah orang asing, akan dieksekusi. Termasuk dua warga Australia dan warga Filipina, Perancis, Ghana, Nigeria dan Brazil. Tapi Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan tanggal pelaksanaannya belum ditentukan. (news.com.au)
Berita Terkait
-
Bikin Heboh di Sidang Tipikor, Eks Wamenaker Noel Minta Hukuman Mati
-
Minta RUU Pidana Mati Segera Dibahas DPR, Wamenkum Usul Metode Suntik dan Kursi Listrik
-
Di Negara Ini Koruptor Dihukum Mati, Beda dengan Indonesia
-
Hakim PN Palembang Raden Zaenal Ditemukan Tewas di Kos, Pernah Vonis Hukuman Mati ke 3 Orang
-
Dendam Dipolisikan Kasus Narkoba, Carlos dkk Terancam Hukuman Mati Kasus Penembakan Husein
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?