Suara.com - Sekertaris Partai Golkar Idrus Marham mengatakan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) besutan Hary Tanoesoedibjo telah masuk ke dalam bagian Koalisi Merah Putih (KMP).
"Sudah gabung kan. Karena pak Harry Tanoe punya saham dalam pembentukan Koalisi Merah Putih, jadi Harry Tanoe di dalam perjuangan pembentukan KMP ini adalah seorng tokoh yang memiliki peran penting," ujar Idrus di acara deklarasi Partai Perindo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/2/2015) malam.
Politisi partai Golkar itu juga mengharapkan, setelah deklarasinya Partai Perindo dapat memperkuat KMP.
"Karena itu kehadiran Perindo kita berharap betul supaya memperkuat Koalisi Merah Putih," tambah Idrus.
Lanjut Idrus, nantinya KMP bersama Partai Perindo akan ikut membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla namun sebagi penyeimbang.
"Dismping akan memperkuat proses demokrasi di republik ini, juga akan memperkuat posisi KMP sebagai kekuatan baru sekaligus sebagai kekuatan penyeimbang diluar pemerintahan," tutup Idrus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai
-
Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat
-
Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan
-
Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
-
Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat
-
Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan