Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menilai dari empat nama jenderal polisi bintang tiga yang tengah disiapkan Komisi Kepolisian Nasional untuk berjaga-jaga bila Presiden Joko Widodo batal melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan, ada satu calon yang belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke KPK.
Bambang mengatakan KPK akan membantu melacak track record para calon Kapolri.
"Kami membantu uji sahih laporan. Ada satu calon (Kapolri) belum menyerahkan LKHPN," kata Bambang di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2015).
Namun, ketika diminta menyebut nama calon yang belum melaporkan LHKPN ke KPK, Bambang belum mau mengungkapnya.
"Saya rasa anda semua sudah tahulah (orangnya)," ujar Bambang.
Empat nama calon Kapolri yang sedang disiapkan Kompolnas adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Irwasum Komjen Dwi Prayitno, Kabaharkam Komjen Putut Bayuseno, dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso.
Menurut informasi, dari empat jenderal bintang tiga yang belum melaporkan LHKPN adalah Komjen Budi Waseso.
Seperti diketahui, pelantikan Komjen Budi Gunawan ditunda Presiden Jokowi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penundaan tersebut dilakukan lantaran yang bersangkutan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana gratifikasi dan suap.
Sebelum lawatan ke luar negeri, Presiden Jokowi mengatakan akan memutuskan nasib Budi setelah sidang praperadilan yang diajukan Budi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selesai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli