Suara.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas menilai ketiga anggota pimpinan KPK yang ditunjuk Presiden Joko Widodo memiliki kompetensi yang cukup untuk menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
"Tiga-tiganya cukup kompetenlah untuk menjadi plt pimpinan KPK," kata Busyro dalam diskusi bertema Jokowi dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi yang diselenggarakan Institute for Research and Empowerment di Yogyakarta, Kamis (19/2/2015).
Busyro menilai Presiden membuat keputusan yang tepat dengan menempatkan Johan Budi dalam kursi pimpinan sementara KPK, karena Johan sudah lama bergelut dalam tradisi KPK.
"Johan Budi rekan saya sebagai orang lama dan dia hidup dalam tradisi KPK yang independensinya handal. Bersama Pak Ruki dan Seno Adji, dia bisa melakukan suatu tahapan awal internal maupun eksternal," ujarnya.
Sementara itu, mengenai penunjukan Indriyanto Seno Adji, Busyro meyakini Seno mampu mengemban tugas itu.
"Saya tidak tahu banyak tentang Pak Seno Adji, jadi sulit komentar, tapi sebagai akademisi dengan keilmuannya dia punya kompetensi di bidang itu," kata dia.
Ia juga memberikan tanggapan atas terpilihnya Taufiqurrahman Ruki yang merupakan Ketua KPK periode 2003-2007. "Penilaian berbagai kalangan tentang Pak Ruki tentu akan dibuktikannya sendiri," kata dia.
Penunjukan anggota pimpinan sementara KPK, menurut Busyro, sekaligus menangkal pelemahan lembaga antirasuah itu.
Kendati demikian, ujarnya, kekuatan ketiga plt pimpinan KPK tersebut dalam pengambilan keputusan tergantung dengan isi keputusan Presiden mendatang.
"Kita lihat saja nanti kewenangan yang diberikan kepada plt pimpinan KPK," kata dia. (Antara)
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut