Suara.com - Setelah mendapatkan protes keras dari ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo, monumen Jayandaru yang ada di alun-alun Sidoarjo dibongkar oleh Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur.
Pantauan Suara.com, sembilan patung yang berbentuk nelayan, buruh dan petani itu dibongkar dan diturunkan satu persatu oleh traktor berwarna kuning.
Delapan patung yang sudah dibongkar oleh beberapa petugas diletakkan di sebelah selatan monumen. Sedangkan satu patung masih tegak berdiri dibawah monumen.
Pembongkaran dilakukan setelah adanya kesepakatan antara ormas Islam, pemkab dan PT Sekar Laut yang membiayai pembangunan monumen melalui dana CSR.
Terkait dengan pembongkaran ini, sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin mengatakan sudak layak monumen Jayandaru dibongkar, karena patung yang berbentuk manusia termasuk kategori berhala dan melanggar syariat Islam.
“Patung tersebut menurut ajaran Islam diharamkan dan dianggap berhala karena bentuknya menyerupai manusia sempurna, apalagi Sidoarjo adalah kota santri," ujar Rizza, Jumat (27/2/2015).
Rizza menambahkan, pembahasan patung tersebut sudah tuntas di kalangan MUI Sidoarjo dan kalangan pesantren. Sikap yang disampaikan adalah tegas menolak replika sembilan patung berbentuk manusia setinggi 25 meter itu.
Monumen Jayandaru menggambarkan aktivitas masyarakat Sidoarjo yang mayoritas petani dan petambak. Sembilan patung karya seniman Wayan Winten, itu dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan pakan ternak PT Sekar Laut Sidoarjo. (Yovie Wicaksono)
Tag
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih
-
Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Dukung Langkah BGN Setop Sementara SPPG, Legislator DPR: Perlu Penindakan dan Pembinaan
-
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
-
Selain Kajari Karo, Kejagung Amankan Kasi Pidsus dan Jaksa Kasus Amsal Sitepu, Terancam Sanksi Berat
-
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Intel Kejagung Amankan Kajari Karo!
-
Suasana Haru Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni, Isak Tangis Keluarga Pecah