Suara.com - Tatang Koswara, penembak jitu legendaris Indonesia tutup usia. Semasa hidupnya, purnawirawan berpangkat terakhir Pembantu Letnan Satu itu pernah mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah penghargaan Bintang Seroja atas keterlibatannya dalam beberapa misi militer di Timor Timur pada tahun 1977 hingga 1978.
Tatang tercatat pula sebagai salah satu penembak jitu terbaik di dunia dalam buku berjudul Sniper Training, Techniques and Weapons, karya penulis Peter Brookesmith yang terbit pada tahun 2000. Nama Tatang berada di urutan 14 di deretan penembak jitu terbaik dunia.
Dalam sebuah misi, Tatang pernah menghabiskan 49 musuh dari 50 peluru yang ia bawa untuk menghabisi lawan. Satu butir peluru ia sisakan untuk dirinya apabila jatuh ke tangan musuh.
Indonesia boleh berbangga pernah memiliki seorang sniper hebat seperti Tatang. Sejarah juga mencatat, ada beberapa sniper hebat yang pernah menjadi perhatian dunia. Mereka menjadi sorotan karena prestasi yang luar biasa dalam medan perang.
Berikut ini beberapa penembak jitu legendaris dari berbagai negara.
Francis Pegahmagabow
Francis adalah salah satu figur terkenal dalam sejarah militer Kanada. Kisah keberaniannya di medan perang jadi buah bibir di era Perang Dunia I. Sniper berjuluk "Peggy" ini sudah menumbangkan 378 orang tentara Jerman dan menangkap 300 lainnya selama Perang Dunia I berkecamuk. Perjalanan hidupnya dituangkan dalam sebuah novel berjudul Three Day Road.
Simo "Simuna" Hayha
Simo adalah sniper legendaris dari Finlandia. White Death, demikian dia dijuluki. Namanya berkibar saat Perang Musim Dingin antara Finlandia dan Uni Soviet berkecamuk pada tahun 1939 hingga tahun 1940. Ia adalah sniper yang ditakuti oleh Tentara Merah Rusia. Di balik pakaian kamuflase salju serba putihnya, ia menebar ancaman bagi para serdadu Soviet. Sepanjang kariernya, ia sudah menghabisi 542 tentara Soviet dengan senapan Mosin-Nagant. Sepak terjangnya pernah diangkat ke layar lebar lewat film Hemingway & Gellhom.
Vasily Zaytsev
Sniper Uni Soviet yang satu ini pernah diangkat kisahnya ke dalam sebuah film berjudul Enemy at the Gates yang dibintangi aktor Jude Law. Namanya meroket menjadi salah satu penembak jitu paling ditakuti di era Perang Dunia II. Prestasinya dalam membunuh musuh amat mengagumkan. Bayangkan saja, seorang Vasily berhasil menghabisi 225 prajurit musuh, termasuk diantaranya 11 sniper dalam kurun waktu sebulan saja. Senjata pencabut nyawa yang ia gunakan sama dengan yang digunakan Hayha, yakni senapan Mosin-Nagant.
Liudmyla Pavlychenko
Soviet juga pernah punya sniper perempuan hebat. Liudmyla Pavlychenko namanya. Sebelum menjadi penembak jitu, Liudmyla adalah mahasiswi sejarah. Ia banting setir menjadi sniper setelah Jerman dan Nazinya menginvasi negeri kelahirannya. Awalnya, ia hanyalah relawan. Namun, ternyata ia berbakat dalam urusan bunuh-membunuh, apalagi, Liudmyla punya latar belakang pendidikan penembak amatir. Sepanjang kariernya menjadi sniper, Liudmyla tercatat sudah menghabisi 309 musuh dengan senapan Tokarev SVT-40-nya.
Chris Kyle
Christopher Scott Kyle nama lengkapnya. Nama sniper yang satu ini memang tak asing. Ya, ia adalah karakter yang diperankan aktor Bradley Cooper dalam film American Sniper besutan sutradara Clint Eastwood yang baru-baru ini dirilis. Chris diklaim sebagai sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika Serikat. Marinir penerima dua Silver Star Medal dan lima Bronze Star Medal ini adalah salah satu sniper terbaik jebolan Navy SEAL AS. Empat kali diterjunkan ke Irak, Chris membunuh 160 orang dengan senapan jarak jauhnya. Sayang, umurnya tak panjang. Chris dibunuh oleh Chad Littlefield, seorang veteran marinir AS pada 2 Februari 2013.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian
-
Pengamanan Super Ketat Inggris di Piala Dunia 2026: Dari Sniper hingga Teknologi Anti Drone
-
Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai
-
Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim
-
#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan
-
Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?
-
Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas
-
Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat