Suara.com - Badan SAR Nasional sudah memutuskan untuk menghentikan pencarian dengan skala besar terhadap penumpang AirAsia QZ8501.
Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengungkapkan, penghentian pencarian resmi dilakukan pada Selasa lalu.
“Keputusan penghentian ini diambil karena tidak ada lagi jenazah yang ditemukan dalam satu minggu terakhir. Namun, itu bukan berarti pencarian sama sekali dihentikan. Akan ada operasi pencarian dengan skala kecil untuk mencari penumpang QZ8501 yang akan dimulai minggu depan,” kata Bambang seperti dilansir dari laman CNN.
Bambang menambahkan, operasi dengan skala kecil itu melibatkan penyelam dan juga tiga kapal kecil. Hingga kini, baru 94 jenazah yang ditemukan dari total 162 penumpang AirAsia QZ8501 yang jatuh pada 28 Desember 2014.
Sementara itu, CEO AirAsia Indonesia Sunu Widyatmono mengaku sedih dengan dihentikannya operasi pencarian ini.
“Dua bulan terakhir merupakan masa-masa sulit bagi kami semua di AirAsia dan juga keluarga penumpang QZ8501. Tidak ada kalimat yang bisa menggambarkan rasa terima kasih kami atas doa serta dukungan yang diberikan,” kata Sunu.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengungkapkan, AirAsia QZ8501 naik secara mendadak dengan kecepatan tinggi sebelum jatuh ke laut. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara