Suara.com - Turun bertanding jauh dari rumah sendiri, rupanya para pemain Indonesia tak perlu khawatir akan dukungan penonton. Di semifinal Yonex All England Open 2015, ratusan penonton Indonesia memadati tribun di Barclaycard Arena, Birmingham. Mereka bersorak memberikan dukungan, meneriakkan yel-yel hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, demi menyemangati atlet kesayangan mereka.
“Kami ingin meng-istora-kan Barclaycard Arena. Kami ingin para atlet bisa lebih semangat dan merasa tanding di rumah sendiri,” kata Aldo Kaligis, mahasiswa master di University of Manchester yang datang untuk mendukung, seperti dilansir dari laman badmintonindonesia.org, Minggu (8/3/2015).
Ajang nonton bareng Yonex All England Open ini bahkan menjadi salah satu program Perhimpunan Pelajar Indonesia UK. Mereka sudah merencanakan ini sejak akhir Januari 2015, dan membantu sesama mahasiswa yang ingin membeli tiket nonton pertandingan.
“Kami ingin nonton atlet Indonesia secara langsung. Dan bagi kami ini adalah cara paling sederhana yang bisa kami lakukan untuk membela negara. Kebanyakan yang datang hari ini dari Birmingham, tapi ada juga yang dari berbagai kota di Inggris,” kata Aldo lagi.
Ternyata, dukungan yang bergemuruh dari para mahasiswa serta warga Indonesia di Inggris menjadi rahasia keberhasilan Tontowi/Lilyana berhasil lolos ke final All England 2015. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia di partai pamungkas.
“Terima kasih untuk dukungan penonton yang hadir hari ini. Kami sangat senang mendapat dukungan penuh, apalagi saat mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, kami menjadi lebih semangat di lapangan. Mohon doanya untuk pertandingan final besok, (Minggu malam WIB-red)” kata Tontowi.
“Main dengan sorak penonton seperti ini sama sekali tidak mengganggu konsentrasi kami. Kami justru semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik,” tambah Liliyana.
Selain pelajar, beberapa keluarga Indonesia yang menetap di Inggris dari berbagai kota juga sengaja datang untuk memberikan dukungan. Mereka datang dengan membawa atribut seperti angklung, bendera Indonesia dan stiker merah-putih yang ditempelkan di wajah.
Beberapa di antaranya bahkan menggunakan dresscode berwarna merah dan putih. Semua penonton Indonesia yang hadir tampak bersemangat untuk memberikan dukungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta