Suara.com - Hasil temuan terbaru Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menyebutkan sebanyak 60,77 persen responden percaya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalankan pemerintahan yang bersih.
Peneliti LSI Ade Mulyana mengatakan hanya 22,65 responden yang percaya DPRD DKI menjadi mitra pemerintahan yang bersih, sedangkan sisanya 16,58 persen, tidak menjawab.
Ade Mulyana mengatakan sebanyak 78,30 persen publik juga mendukung penerapan e-budgeting yaitu sistem yang memproteksi APBD dari kemungkinan permainan anggaran, hanyak 15,40 persen publik yang tidak mendukung e-budgeting dan sisanya 6,30 persen responden tidak menjawab.
Mengenai hak angket DPRD DKI kepada Ahok hanya 35,30 persen responden yang menyatakan diperlukan, sedangkan 51,25 responden menyatakan tidak diperlukan dan sisanya 13,45 persen responden tidak menjawab.
Menurut hasil survei LSI Denny JA ada tiga alasan Ahok lebih dipercaya publik, yaitu pertama Ahok dipercaya karena lebih jujur, berintegritas dan berkomitmen memberantas korupsi. Kedua, rendahnya kepercayaan publik terhadap anggota partai politik di DPRD.
Ketiga, publik percaya dengan informasi yang disampaikan Ahok terkait dana-dana siluman yaitu angkanya mencapai 72,80 persen.
Selain itu, publik mengharapkan agar Ahok memperbaiki cara berkomunikasi politiknya.
"Mayoritas publik atau sebesar 54,25 persen menyatakan Ahok harus memperbaiki cara komunikasi politiknya agar semakin didukung oleh partai politik dan menghindari kembalinya konflik dengan berbagai pihak tanpa perlu berkompromi soal isu korupsi," kata Ade Mulyana.
Survei dilakukan pada 2-4 Februari 2015 menggunakan sistem Quickpoll (smartphone LSI), metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 1.200 orang se-Indonesia dan margin of error +- 2,9 persen.
Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif Grup Diskusi Fokus di tujuh ibu kota provinisi terbesar dengan in depth interview dan analisis media nasional. (Antara)
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?