Suara.com - Politisi Golkar Fadel Muhammad menuding Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah memanipulasi putusan Mahkamah Partai Golkar dengan mengesahkan kepengurusan partai beringin versi Munas Jakarta.
"Menkumham memanipulasi keputusan Mahkamah Partai, maka dia melakukan tindak kriminal. Dia harus dibawa ke ranah pidana," katanya di sela persiapan acara Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie (Ical), di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa malam (10/3/2015).
Dia mengatakan, dalam putusan yang dibacakan Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi, disebutkan telah terjadi perbedaan pendapat antara empat hakim Mahkamah Partai Golkar, sehingga mahkamah tidak mencapai kesatuan pendapat soal keabsahan kedua munas.
"Mahkamah kan mengatakan tidak (mencapai kesepakatan pendapat). Kok seorang menteri memutuskan begini (mengesahkan kepengurusan hasil Munas Jakarta)," kata Fadel.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu membeberkan pihaknya juga akan segera melapor ke pihak berwajib atas dugaan praktik pemalsuan dokumen kepesertaan munas yang dilakukan kubu Agung Laksono.
"Ini kita bergerak sekarang, semua perwakilan daerah sudah melaporkan ke polisi," kata dia.
Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi membenarkan bahwa pihaknya tidak pernah memutuskan siapa pemenang dalam sidang Mahkamah Partai Golkar beberapa waktu lalu.
"Saya sebagai anggota Mahkamah Partai Golkar agak bingung. Karena Mahkamah Partai tidak pernah memutuskan siapa yang menang," jelas Muladi.
Dia menjabarkan, dalam putusan mahkamah, dua orang hakim yakni dirinya dan HAS Natabaya menyatakan agar kubu Aburizal meneruskan jalur hukum. Sedangkan dua hakim lain yaitu Djasri Marin dan Andi Mattalatta menyatakan kubu Agung Laksono yang sah.
"Jadi posisinya ya seperti itu. Tapi di halaman 128-129 (hasil putusan) dijelaskan bahwa kita belum menentukan siapa yang sah. Nampaknya Menkumham mengambil keputusan politik," ujar Muladi.
Menkumham mengabulkan untuk menerima kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta secara selektif di bawah kepemimpinan Agung Laksono. Menkumham meminta Agung laksono untuk segera membentuk kepengurusan Partai Golkar dengan mengakomodasi kader Golkar yang memenuhi kriteria prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Jawab Isu Penggulingan Prabowo, Golkar: Raison dEtre Gejolak Politik Masih Bisa Dicegah!
-
Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar
-
Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas