Suara.com - Perselisihan APBD DKI Jakarta 2015 antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD sudah berimbas kepada masyarakat berekonomi lemah. Di antaranya, dialami oleh petugas kebersihan di lapangan.
Salah satu petugas kebersihan yang ditemui suara.com, Kamis (12/3/2015), bernama Rosyid. Petugas di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ini mengaku belum menerima bayaran sejak Februari 2015.
“Waduh mas, kita ini bekerja setiap hari, tanpa libur, gaji yang seadanya, itu pun bayarnya tidak jelas lagi, gaji bulan Januari lalu saja baru dibayar tanggal 24 Februari kemarin,” kata warga Jembatan Serong, Depok Lama, Jawa Barat.
Rosyid sebenarnya tidak mau terlalu mempermasalahkan keterlambatan penggajian, tapi bagi dia, kasus ini menunjukkan pemerintah kurang perhatian dengan orang-orang berpenghasilan kecil.
Rosyid sudah empat tahun menjadi petugas pemungut sampah warga Jakarta. Karena rumahnya jauh, setiap pagi, ia bangun pukul empat, kemudian mengejar kereta di Stasiun Depok Lama yang paling pagi agar tidak terlambat sampai di tempat kerja. Jam enam, ia harus mulai membersihkan sampah.
Ayah tiga anak ini mengaku sangat menyintai pekerjaan. Saking cintanya, ia sering tidak mau mengambil jatah libur.
“Memang melelahkan mas, karena setiap hari bangunnya jam segitu, kemudian sampai ditempat langsung kerja berat. Tapi, gak apa-apalah itulah pekerjaan, yang penting kita laksanakan dengan hati, insya Allah semuanya akan berjalan lancar dan kita pun bisa senang. Meskipun kita tidak ada jadwal libur dalam satu minggu, tapi kadang-kadang diberikan oleh pengawas, namun saya sendiri belum pernah mengambilnya, apalagi memintanya,” kata Rosyid.
Mengingat pentingnya peran petugas kebersihan, Rosyid berharap pemerintah memperhatikan mereka, setidaknya jangan menunda pembayaran gaji.
Saat ini, Rosyid sedang membiayai anaknya, Sulung, kuliah di kampus Bina Sarana Informatika, Depok. Kalau gaji molor, kata Rosyid, ia khawatir akan mengganggu kelancaran biaya anak.
“Ya harapannya saat ini mas kita, khususnya saya pribadi, karena anak saya sudah kuliah, tolonglah pemerintah jangan lupa dengan kami, uang tersebut bukan untuk kepentingan perut kami saja, tetapi buat anak-anak kami yang saat ini masih sekolah,” katanya.
Ketegangan hubungan Ahok dengan DPRD bermula dari pernyataan Ahok mengenai adanya dana siluman di APBD 2015 sebesar Rp12,1 triliun. DPRD pun bereaksi keras dengan menggunakan hak angket untuk menyelidiki langkah Ahok mengirimkan draft APBD ke Kementerian Dalam Negeri. Mereka berang karena rancangan yang dikirimkan Ahok ke kementerian bukan yang telah dibahas bersama dewan.
Sampai saat ini, Kementerian Dalam Negeri belum memutuskan solusi permasalahan APBD. Pengesahan APBD pun molor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Total Ada 38 Ribu Penerima Beasiswa LPDP, Dirut Ingatkan Etika dan Tanggung Jawab Moral Uang Pajak
-
Jadwal Lengkap Layanan Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta Selama Ramadhan 2026
-
Buntut Kontroversi "Cukup Aku WNI", LPDP Hitung Refund Beasiswa AP Suami Mbak DS Plus Bunga
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi