Suara.com - Calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti, dianggap telah melakukan sejumlah kebohongan. Oleh karenanya, pencalonan Badrodin sebagai Kapolri diminta harus dicabut.
Hal itu sebagaimana dilaporkan Indra Azwan, seorang "pejuang keadilan" untuk penabrak anaknya di Jawa Timur, yang datang ke Gedung DPR RI, pada Senin (16/3/2015). Dia datang lengkap membawa surat, serta menyatakan siap dihadirkan dan ditanyai saat nanti DPR menggelar fit and proper test untuk Badrodin Haiti.
"Ingin melaporkan kebohongan Badrodin Haiti ke Setjen DPR, sebagai bahan pertimbangan sebagai calon tunggal Kapolri. Jadi Kapolda saja (Badrodin) sudah bohong, apalagi menjadi Kapolri. Saya berharap agar Badrodin dipertimbangkan lagi supaya tidak jadi Kapolri," kata Indra yang ditemani pihak LBH Indonesia, saat di DPR RI.
Indra pun mengaku sebelumnya sudah bertukar pesan dengan Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin. Oleh Aziz, dia lantas diarahkan untuk memasukkan surat tersebut ke Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, lantaran anggota dewan sedang dalam masa reses.
Indra juga mengaku siap mengonfirmasi apa yang dia laporkan, ketika Komisi III nantinya menggelar fit and proper test untuk Badrodin. Dia juga mengaku sudah mempersiapkan data yang dibutuhkan bila diperlukan.
"Saya juga ingin lapor ke (Presiden) Jokowi, tapi birokrasi di Istana Bogor sulit. Saya tidak tahu. Kalau ke Istana Jakarta, saya sudah punya pengalaman," terangnya.
Dikatakan, sudah beberapa lama Indra terus berupaya memperjuangkan keadilan untuk anaknya, Rifki Andhika, yang tertabrak pada tahun 1993 lalu. Saat itu usia Rifki baru 12 tahun, ketika dia harus meninggal ditabrak mobil anggota Polri yang bernama Joko Sumantri.
Badrodin sendiri sempat menjadi Kapolda Jawa Timur pada 2010. Namun saat itu, oleh Indra, Badrodin dinilai banyak melakukan kebohongan. Kebohongan yang dilampirkan Indra antara lain berupa surat jawaban dari Badrodin terkait laporan perkara Joko Sumantri kepada Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.
Setidaknya, menurut Indra pula, ada empat kebohongan yang disoroti dan dipertanyakannya. Pertama, soal Joko Sumantri yang dikatakan ditahan, namun kenapa dijelaskan menghadiri selamatan 7 hari.
"Kedua, anak saya tinggal dengan saya, namun kenapa dikatakan diasuh neneknya? Ketiga, saya cerai tahun 1984, namun dikatakan ibunya melarikan diri. Apa hubungannya? Sedangkan kejadian (penabrakan) tahun 1993," terangnya.
Parahnya, tambah Indra, berdasarkan laporan selama 17 tahun, Joko Sumantri nyatanya sama sekali tidak di-nonjob-kan.
"Bahkan (Joko) terus mendapatkan jabatan hingga saat ini. Tentunya ini merupakan kebohongan besar (Badrodin) yang terkesan ingin melindungi anak buahnya," tegas Indra.
Surat pengaduan Indra itu pun, Senin (16/3), telah diterima oleh Setjen DPR. Surat itu sendiri juga ditembuskannya kepada Mensesneg, Kapolri, Irwasum Polri, Kadiv Propam Polri, Irwasda Polda Jatim, dan Karopars Polda Jatim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal
-
Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing
-
Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres
-
Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu