- Sekretaris Akademi Partai Golkar, M. Arief Rosyid Hasan, menyampaikan arahan Ketua Umum untuk menghidupkan kaderisasi partai.
- Akademi Partai Golkar berkomitmen menyiapkan kader unggul guna mendukung kemenangan pada ajang Pemilu 2029 mendatang.
- Transformasi partai mencakup penguatan struktur, ideologi, dan pengembangan kader yang adaptif serta berintegritas tinggi.
Suara.com - Arief Rosyid Hasan menyampaikan arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menghidupkan kaderisasi dalam mendukung transformasi partai.
Untuk itu, dia menegaskan Akademi Partai Golkar akan turut membantu Partai Golkar menyiapkan kader untuk menang di Pemilu 2029.
“Golkar sedang bertransformasi dan transformasi itu dimulai dari kader. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Partai Golkar melakukan pembenahan menyeluruh seperti memperkuat struktur, memperkokoh ideologi, dan membangun partai yang mandiri, demokratis, solid, serta responsif terhadap denyut nadi rakyat,” kata Arief kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, agenda besar tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Berbekal pengalaman kepemimpinan di berbagai organisasi nasional, termasuk saat menjadi Ketua Umum PB HMI 2013-2015, Arief menekankan bahwa politik bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan soal mempersiapkan masa depan bangsa.
Dia menjelaskan kepemimpinan Akademi Golkar merupakan kombinasi energi generasi muda dan kebijaksanaan tokoh senior seperti Hajriyanto Thohari, yang memperkuat fondasi intelektual dan kebangsaan.
“Kalau bahasanya Ketum Bahlil, dimensi kesinambungan dan dimensi pembaharuan. Jadi paket lengkap gitu ya. Saya kira, Golkar harus menjadi rumah besar bagi anak muda Indonesia yang ingin mengabdi dengan integritas, kapasitas, dan keberanian berpikir maju, sesuai dengan cita-cita Ketum kita,” tutur Arief.
“Melalui Akademi Partai Golkar ini, kita ingin melahirkan kader yang ideologis dalam pijakan, loyal dalam perjuangan, adaptif dalam perubahan, dan berkarya nyata untuk rakyat. Kaderisasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan demokrasi dan bangsa. Sesuai arahan Ketum, kita jemput potensi orang muda dan menangkan sebanyak-banyaknya kursi di Pemilu 2029,” tandas dia.
Baca Juga: Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik Nasional
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!