Suara.com - Bom meledak di sejumlah kantor majalah pro-ISIS di Istanbul, Turki, hari Rabu (25/3/2015) malam waktu setempat. Ledakan tersebut menewaskan seorang penulis dan mencederai pemimpin redaksi, juga dua orang lain.
"Sebuah bom yang ditinggalkan di pintu masuk kantor majalah tersebut meledak ketika pintunya dibuka," kata pihak kepolisian Turki seperti dikutip CNN.
Kantor yang dibom merupakan tempat beroperasinya majalah Adimlar, majalah yang dikenal kerap mempublikasikan artikel-artikel bernuansa anti-Amerika. Majalah ini pulalah yang pernah menulis artikel benada pujian terhadap terpidana teroris Venezuela Ilich Ramirez Sanchez, atau yang lebih dikenal dengan nama "Carlos the Jackal".
Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada bulan Oktober silam, pemimpin redaksi majalah Adimlar, Ali Osman Zor, mendukung perjuangan ISIS.
Zor menyebut dirinya sebagai sosok revolusioner dan anggota dari kelompok yang menamakan dirinya Great Eastern Islamic Raiders. Zor pernah mendekam di penjara Turki atas dakwaan keterlibatannya dalam aksi terorisme.
Zor mendukung metode kekerasan yang dipakai ISIS. Menurutnya, sikap ISIS merupakan bentuk respon alamiah terhadap imperialisme Barat di Timur Tengah.
"Kita hanya melihat satu orang dibunuh," kata Zor, mengomentari pemenggalan dan eksekusi massal yang dilakukan ISIS di depan kamera.
"Bagaimana dengan semua orang yang dibunuh oleh serangan udara Amerika Serikat? Kita lupa soal (penjara) Abu Ghraib," tambahnya, mengacu pada penjara terkenal yang dipakai tentara AS untuk menyiksa tahanan ketika AS menginvasi Irak.
Belum ada tersangka
Zor terluka dalam ledakan di kantor majalah tersebut. Sejumlah jurnalis foto Turki menangkap gambarnya sedang duduk dan menghisap rokok. Luka terlihat di tubuhnya.
Unsal Zor, saudara lelaki Zor terbunuh dalam pengeboman tersebut. Seorang staf majalah, yang menolak disebutkan namanya, kepada CNN mengatakan, dirinya menuding agen intelijen asing adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami tahu ini adalah pekerjaan CIA dan Mossad. Kami tahu ini adalah operasi intelijen," kata si staff. (CNN)
Tag
Berita Terkait
-
Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror
-
Turki Gempur ISIS Online: 26 Orang Ditangkap Terkait Propaganda Teror di Medsos
-
Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan Tokoh Kunci ISIS, Siapa?
-
Gempur Persembunyian ISIS di Pegunungan Somalia, AS Klaim Sukses Besar
-
Turki Desak Prancis Pulangkan Warganya yang Terlibat ISIS di Suriah
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari