Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta kepolisian mengusut peredaran buku Lembar Kerja Siswa Madrasah Aliyah Kelas X mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang materinya terindikasi bermuatan pelecehan terhadap sahabat Nabi.
"Saya meminta agar pihak aparat penegak hukum juga bisa menindaklanjuti temuan itu dan membawanya ke proses hukum," kata Lukman saat ditemui di gedung AA, Maramis II, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).
Untuk menangani kasus buku LKS tersebut, Lukman mengatakan juga telah membentuk tim khusus untuk mengivestigasinya.
"Kami di Kemenag sudah membentuk satgas. Sudah membentuk tim khusus untuk mencermati, meneliti, dan lalu kemudian, mereview seluruh buku yang digunakan, buku agama Islam," kata dia.
Ia mengatakan buku tersebut ditemukan, antara lain di Jombang, Provinsi Jawa Timur.
Lukman menginstuksikan kementeriannya untuk segera menarik seluruh buku yang telah beredar di sekolah madrasah. Kemudian buku yang belum sempat dibagi-bagikan ke siswa, diminta jangan disebarkan.
Suara.com - "Kasus ini kan baru muncul di Jombang, lalu di beberapa tempat yang lain. Hari ini, seluruh kantor Kementerian Agama ditingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah menginstruksikan kepada seluruh madrasah untuk menarik buku-buku tersebut," kata dia.
Beberapa pekan lalu, Tanah Air juga heboh buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA kelas XI karya Mustahadi dan Mustakim terbitan Pusat Kurikulum Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebab, oleh sebagian kalangan materi buku ini dinilai mengandung materi ajaran berbau radikalisme. Buku ini sudah ditarik dari sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan
-
Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global
-
Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta
-
Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali
-
Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif
-
Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun
-
140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa
-
Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis
-
3 Rekomendasi Rice Cooker Murah untuk Masak Nasi Pulen ala Jepang
-
HS Sukses Gelar Konser Slank di Purwokerto: Obati Kerinduan Belasan Ribu Slankers