Suara.com - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan (DPC PDIP) kota Surabaya memastikan tidak akan mengusung Tri Rismaharini sebagai calon walikota periode 2015 - 2020. DPC PDIP kota Surabaya justru mengusung Whisnu Sakti Buana, ketua DPC sekaligus pejabat Wakil Wali Kota Surabaya saat ini.
Ketua Panitia Rapat Kerja DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Budi Leksono mengatakan, keputusan tentang pencalonan Whisnu Sakti sebagai calon wali kota merupakan aspirasi ranting dan anak cabang dalam Rapat Kerja Cabang 15 Maret 2015.
Budi menegaskan, selama ini Risma tidak pernah mengakui bahwa dirinya kader PDI Perjuangan.
Sejak terpilih menjadi Walikota pada 2010, Risma juga tidak pernah mengikuti rapat bersama fraksi, pengurus dan struktural yang menjadi tradisi partai.
"Kami tinggal menunggu petunjuk dari DPP. Jika ketua umum memutuskan nama lain di luar yang kami usulkan, ya harus kami ikuti dan laksanakan," ujar Budi di Surabaya, Rabu (1/3/2015).
Seperti diketahui, sebelumnya nama Risma tidak muncul dalam Rapat Kerja Cabang DPC PDI Perjuangan kota Surabaya tahun 2010 lalu. Namun, oleh Megawati Soekarnoputri, Risma dan Bambang DH mendapatkan surat rekomendasi untuk maju sebagai calon wali kota dan wakil walikota 2010 - 2015.
Kedua pasangan ini akhirnya menang dan memimpin kota Surabaya, sebelum Bambang DH mundur di tahun 2013 dan digantikan Whisnu Sakti Buana.
Selain mengusung Whisnu Sakti sebagai calon wali kota, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya juga mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum dalam kongres PDIP di Bali, 9 April mendatang.
"Kami sudah sepakat untuk mengusung dua nama dalam kongres nanti. Pertama Whisnu sebagai calon wali kota dan Megawati sebagai ketua umum," ungkapnya lagi. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
-
Risma Apresiasi Sopir Ambulans dan Relawan Bencana: Bekerja Tanpa Libur, Tanpa Pamrih
-
Eks Mensos Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal Hadapi Bencana, Belajar dari Simeulue hingga Sumbar
-
Risma-Gus Hans Resmi Ajukan Gugatan Sengketa Pilkada Jatim ke MK
-
Tri Rismaharini Sebut Akan Tekan Anak Buah Ketika Menerima Penghargaan Agar Tak Puas Diri
-
Pilkada Jatim 2024: Emil Dardak Ungkap Keunggulan Khofifah Dibanding Risma-Luluk
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sudah Berjalan Bertahun-tahun! Bareskrim Gerebek Home Industry Kosmetik Bermerkuri di Cirebon
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Surat Permintaan THR Mengatasnamakan Polres Tanjung Priok Beredar, Kapolres Tegaskan Ini Palsu!
-
Seskab: Surat Duka Cita Gugurnya Ali Khamenei Ditulis Prabowo untuk Presiden Iran
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
-
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004