News / Nasional
Sabtu, 04 April 2015 | 11:09 WIB
Presiden Jokowi. (Antara/Izmar Patriski)

Suara.com - Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta Ali Munhanif menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak peka terhadap maraknya penyebaran paham radikal di media sosial. 

"Pak Jokowi kurang memberi perhatian yang menjadi concern bersama. Apakah generasi muda Indonesia cukup bisa dipengaruhi radikalisme," kata Ali, Sabtu di Jakarta (4/4/2015).

Menurutnya, pemerintah hanya secara spontanitas dalam menanggulangi penyebaran paham radikal. Seharusnya, kata dia, pemerintah secara kompherensif menangkal segala  penyebaran paham yang bisa mengganggu stabilitas negara.

"Setelah ada ISIS tiba-tiba paranoid, nanti jika ISIS hilang pasti diam lagi, pemerintah hanya reaktif," katanya.

Dia meminta pemerintah lebih fokus untuk menangkal paham radikal yang telah menyebar ke daerah di Indonesia.

"Ada baiknya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) punya program jangka panjang. Sehingga apabila ada ruang publik yang disusupi kampanye kekerasan dan kebencian bisa dihindari lebih dulu," tutup Ali.

Load More