Suara.com - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menganggap dualisme yang terjadi di internal partai Golkar menandakan bahwa partai politik di Indonesia belum punya kecakapan dalam mengelola konflik.
"Partai-partai kita, Golkar khususnya tak mampu mengelola konflik di antara mereka. Semua hal mau diselesaikan melalui pengadilan," kata Ray saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/4/2015).
Menurut dia, dalam kasus dualisme ini juga menandakan demokrasi di internal partai berlambang beringin itu tidak tumbuh berkembang pasca-era reformasi.
"Saya kurang paham. Partai-partai kita tak mampu mengelola konflik di antara mereka. Semua hal mau diselesaikan melalui pengadilan. Membawa kasus-kasus non pidana ke pengadilan menandakan bahwa demokrasi di lingkungan partai tidak tumbuh," katanya.
Seharusnya, kata dia, para petinggi memberikan tauladan kepada para kader dalam kemampuan lobi, nego, dialog dan musyawarah, sebagai cara utama dalam mengatasi kepentingan dan konflik. Bukan melulu harus membawa konflik di internal partai ke meja persidangan.
"Kalau sama berujung di pengadilan, maka musyawarah kehilangan makna. Dalam praktisnya yang namanya munas, rapim, rapat harian dsb, menjadi kurang bermakna," kata dia.
Terlebih, imbuhnya, peran Mahkamah Partai Golkar dalam memutuskan sengketa tidak diindahkan oleh kubu Aburizal Bakrie.
"Harus berbagi sampai ada Munas baru di tahun 2016. Itu putusan yang sejatinya melegakan dan moderat. Sayangnya, putusan ini juga tak mau diindahkan, khususnya oleh kepengurusan ARB (Aburizal Bakrie)," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Kisah Masa Lalu Bahlil Lahir dari Anak ART: Ibu Saya Tukang Cuci, Ayah Buruh
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Bahlil Wajibkan Anggota DPR dari Golkar Ikut TOT: Biar Tahu Mana Kepentingan Partai dan Pribadi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek