Mobil yang dipersiapkan untuk tamu negara peserta Konferensi Asia Afrika di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (17/4). [Antara]
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan persiapan pelaksanaan rangkaian acara Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Jakarta sudah berjalan 98 persen.
"Kalau kemarin (di Bandung) 95 persen, pasti di sini 98 persen lah. Ini kan sangat berpengalaman, jangan lupa itu," ujar Wapres saat memeriksa kesiapan lokasi di JCC Senayan, Sabtu (18/4/2015).
Dia mengatakan Peringatan KAA kali ini sekaligus menjadi momen evaluasi terhadap hubungan antarnegara kawasan di Asia Afrika selama 69 tahun terakhir.
"Ini kan peringatan sekaligus evaluasi apa yang terjadi selama 60 tahun di Asia Afrika, apa yang sangat berhasil dan apa yang belum berhasil," katanya.
Dalam kunjungan gladi bersih tersebut, JK didampingi Penanggungjawab KAA yang juga Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Sebelumnya, Wapres juga meninjau kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma yang akan menjadi lokasi pendaratan pesawat tamu negara. Peringatan KAA ke-60 digelar di dua tempat, yakni Jakarta dan Bandung, pada 19-24 April. (Antara)
"Kalau kemarin (di Bandung) 95 persen, pasti di sini 98 persen lah. Ini kan sangat berpengalaman, jangan lupa itu," ujar Wapres saat memeriksa kesiapan lokasi di JCC Senayan, Sabtu (18/4/2015).
Dia mengatakan Peringatan KAA kali ini sekaligus menjadi momen evaluasi terhadap hubungan antarnegara kawasan di Asia Afrika selama 69 tahun terakhir.
"Ini kan peringatan sekaligus evaluasi apa yang terjadi selama 60 tahun di Asia Afrika, apa yang sangat berhasil dan apa yang belum berhasil," katanya.
Dalam kunjungan gladi bersih tersebut, JK didampingi Penanggungjawab KAA yang juga Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Sebelumnya, Wapres juga meninjau kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma yang akan menjadi lokasi pendaratan pesawat tamu negara. Peringatan KAA ke-60 digelar di dua tempat, yakni Jakarta dan Bandung, pada 19-24 April. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
-
Dari Blitar, Megawati Inisiasi Gagasan 'KAA Plus', Bangun Blok Baru Negara Global Selatan
-
Presiden Ramaphosa Puji Indonesia: Sekutu Setia Sejak Era Anti-Apartheid!
-
Megawati Usul Konferensi Asia Afrika Jilid II: Bahas Isu Kemerdekaan Palestina!
-
Langkah Kecil Bandung: Mengguncang Dunia dan Membangun Solidaritas Global
-
18 April 2025 Memperingati Hari Apa? Berikut Latar Belakang Sejarahnya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi