Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai perombakan kabinet di pemerintahan Jokowi-JK sulit dihindari, karena memang kinerja kabinet tidak maksimal.
"Saya menilai salah satu faktor tidak maksimalnya kinerja pemerintahan Jokowi adalah kinerja kabinet yang tidak maksimal maka pilihan 'ressuffle' kabinet memang sulit dihindari," katanya di Jakarta, Senin (20/4/2015).
Basarah menilai Presiden Joko Widodo harus mendengarkan keluhan masyarakat dan partai politik pengusung dalam menentukan pergantian kabinet.
Menurut dia, PDIP sebagai partai pemerintah hanya akan memberikan masukan nama-nama menteri yang layak diganti secara langsung dan tertutup kepada Presiden Jokowi.
"Sebagai partai pemerintah, PDIP hanya akan memberikan masukan nama-nama menteri yang layak diganti secara langsung dan tertutup kepada Presiden namun keputusan akhir kita serahkan pada hak prerogatif presiden," ujarnya.
Sebelumnya Poltracking Indonesia pada Minggu (19/4) merilis hasil survei kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama enam bulan yakni 48,5 persen publik menyatakan tidak puas (gabungan sangat tidak puas 5,8 persen dan kurang puas 42,7 persen).
Sementara hanya 44 persen mengatakan puas (sangat puas 3,5 persen dan cukup puas 40,5 persen), sedangkan 7,5 persen mengaku tidak tahu/tidakjawab.
Survie lainnya terkait kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, hanya 47 persen publik yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi (sangat puas 3,9 persen dan cukup puas 43,1 persen).
Sementara itu kinerja Wapres Jusuf Kalla hanya 44,8 persen (sangat puas 2,8 persen dan cukup puas 42 persen).
Survei ketiga, kekecewaan publik paling tinggi berada di bidang ekonomi sebesar 66,6 persen (sangat tidak puas 14,4 persen dan kurang puas 52,2 persen), bidang hukum sebesar 55,6 persen (sangat tidak puas 12,9 persen dan kurang puas 42,7 persen).
Di bidang keamanan 50,7 persen (tidak puas 8,3 persen dan kurang puas 42,4 persen).
Sementara bidang pendidikan 51,4 persen dan bidang kesehatan 52,7 persen.
Keempat, terkait dengan perombakan kabinet, sebanyak 41,8 persen publik setuju (gabungan sangat sejutu 5,8 persen dan cukup setuju 36 persen), dan hanya 28 persen yang tidak menghendaki terjadinya perombakan (sangat tidak setuju 3,9 persen dan kurang setuju 24,1 persen), sementara 30,2 persen tidak tahu/tidak jawab.
Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi pada 23-30 Maret 2015.
Survei itu menggunakan metode "multistage random sampling" dan "margin of error" kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen serta dibiayai Poltracking. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan
-
Sekretariat Wapres Dorong UMKM dan Pelaku Ekonomi Perempuan Naik Kelas
-
Hasto Ungkap Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati di Istana
-
Begini Persiapan Warga Iran Rayakan Lebaran 2026 di Tengah Gempuran AS-Israel
-
Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama
-
PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas
-
Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik
-
Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini
-
Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?
-
Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret