Suara.com - Tim Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menyatakan isu kebocoran soal ujian nasional (UN) untuk SMA IPA itu diduga dari bermotif politik untuk menyudutkan Menteri Pendidikan Dasar-Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo.
"Berdasarkan keterangan dari beberapa karyawan PNRI yang diciduk oleh Bareskrim ke Mabes Polri, Rabu (15/4), banyak data yang menunjukan keanehan dan motif pembocoran data UN itu kemungkinan bermotif politik," kata Ketua Serikat Karyawan (Sekar PNRI) Sutisna, di Jakarta, Senin.
Motif lainnya, mencemarkan BUMN PNRI, dan persaingan bisnis. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari 13 karyawan PNRI dan juga anggota Sekar PNRI, memang betul soal UN yang ditempatkan di Google Drive adalah pekerjaan PNRI yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan.
"Dari bukti yang ditunjukan Bareskrim memang benar soal UN yang ditempatkan di Google Drive itu yang dikerjakan PNRI, namun dari "meta data" tertanggal 27 Februari 2015. Jika dilihat bahan yang ditempatkan di Google Drive adalah dokumen yang sudah didesain dan final. "Harusnya di meta data tertanggal 3 Maret 2015," kata Muladi, staf PNRI yang digiring ke Bareskrim Mabes Polri.
Mulyadi kemudian menceritakan kronologisnya. PNRI menerima dokumen tercetak (hardcopy) bahan UN dari Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan pada Jumat, 27 Februari 2015.
Penyerahan itu disaksikan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kepolisian, kemudian oleh para karyawan PNRI, dokumen UN discan dan didesain pada Sabtu, 28 Februari 2015. Setelah itu, baru digandakan (dicetak) dan didistribusikan.
"Jadi, aneh jika data yang ditunjukan Bareskrim tertanggal 27 Februari 2015, padahal saat itu barulah penyerahan dokumen dari Kementerian Pendidikan. Bahan UN yang ditempatkan di Google Drive adalah yang sudah final (sudah discan, didesain dan diedit) seharusnya tertanggal 3 Maret 2015)," kata Mulyadi, staf PNRI bagian desain grafis.
Menurut berita-berita di media massa, orang yang menempatkan soal UN untuk SMA IPA khusus untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, bernama Jaffar Azhar. Di PNRI tidak ada karyawan bernama Jaffar Azhar. Tersangka menempatkan di Google Drive tertanggal 11 April 2015, dua hari sebelum Ujian Nasional SMA dilaksanakan (13/4).
"Bahan UN yang ditempatkan di Google Drive itu tidak sampai ke para pelajar SMA di Nanggroe Aceh Darussalam. Jadi tidak ada yang bocor ke pelajar. Motif nya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana bahan ujian nasional diperdagangkan (motif uang)," katanya.
Tapi pemberitaannya sangat luas dan menyudutkan PNRI, padahal PNRI hanya menerima proyek UN ini senilai Rp2,5 miliar yang relatif kecil bagi BUMN seperti PNRI.
"PNRI hampir setiap tahun mendapatkan proyek UN dan baru kali ini dituduh sebagai biang kebocoran UN," kata Sutisna.
Ketua Sekar PNRI itu menegaskan bahwa isu kebocoran UN ini lebih bermotif politik, menyudutkan menteri Anies Baswedan dan pemerintahan Jokowi yang sebelumnya mengatakan pelaksanaan UN paling bersih dari kebocoran.
"Atau, setidaknya bermotifkan menjelekkan PNRI dan persaingan bisnis," kata Ketua Umum Sekar PNRI itu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan