Suara.com - Mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa yang sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Negara sakit sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah setempat.
"Sejak Rabu (22/4/2015) malam kondisi kesehatan Bapak menurun drastis. Karena tidak kunjung membaik, tadi dibawa ke sini," kata Ni Komang Marina, putri Winasa, saat ditemui di RSUD Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (23/4/2015).
Menurut dia, mantan Bupati Jembrana dua periode itu merasakan pusing dan mual disertai muntah-muntah. Sempat dibawa ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rabu (22/4/2015) malam, namun dibawa kembali ke Rutan.
Setelah menjalani pemeriksaan dari dokter jaga IRD, menurut Marina, ayahnya diharuskan menjalani rawat inap.
"Tensi darahnya tinggi. Oleh dokter disarankan untuk opname sampai kondisinya pulih," ujarnya menuturkan.
Dokter jaga IRD RSU Negara dr Laksmi Damayanti menjelaskan bahwa dari riwayat medis diketahui bahwa Winasa menderita tekanan darah tinggi dan penyakit jantungnya kambuh.
Untuk memulihkan kondisinya, mantan Bupati yang banyak mendapatkan penghargaan tingkat nasional karena program-program terobosannya itu dirawat di kamar VIP nomor 11 RSUD Negara.
Kepala Sub-Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Negara Nyoman Tulus Sedeng membenarkan bahwa sejak Rabu (22/4) malam Winasa sakit pada bagian kepala dan sempat dibawa ke rumah sakit.
"Karena tadi kondisinya tidak membaik, kami beri izin untuk dirawat di rumah sakit," katanya.
Winasa saat ini menjalani hukuman untuk kasus korupsi pengadaan mesin pabrik kompos dan masih harus menghadapi dua kasus lagi, yakni dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas dan beasiswa untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Jembrana (Stitna). (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam