Suara.com - Salah satu yang mencuat kuat di Konferensi Asia-Afrika adalah isu kemerdekaan Palestina. Negara-negara Asia-Afrika sepakat mendukung kemderdekaan Palestina. Apa bisa?
Pengamat Hubungan Internasional Aleksius Jemadu mengatakan itu sulit terwujud. Sebab banyak negara di Asia-Afrika yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.
"Jangan lupa di dalam negara-negara Asia-Afrika itu ada yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. Nah ini Israel tidak tinggal diam, karena Israel sudah pasti akan melobi untuk menetralisir menyiapkan isu tidak memojokkan Israel. Ini sudah dilakukan, saya yakin itu," jelas Aleksius saat berbincang dengan suara.com belum lama ini.
Negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel di antaranya Cina, India, Mesir, Singapura, Thailand, Filipina, dan Jepang. Mereka mendukung kemerdekaan Palestina, tapi tidak sekeras Indonesia.
"Jadi kita tidak bisa mengharapkan statement yang sangat tajam. Tapi nanti keluarnya akan netral sekali. Negara-negara yang menjadi teman Israel di Asia Afrika ini akan mempengaruhi draft akhir dari statement dukungan kemerdekaan Palestina," paparnya.
Sehingga menurut Aleksius, dukungan kemerdekaan Palestina harus dilakukan secara nyata. Salah satunya memanfaatkan negara Timur Tengah yang disegani Israel, seperti Mesir dan Turki.
"Jangan pikir negara-negara Asia-Afrika punya state of mind sama seperti Indonesia. Sangat beragam sekali," paparnya.
Kamis (23/4/2015) kemarin, KTT Asia-Afrika di Jakarta ditutup oleh Presiden Joko Widodo. Setelah ini, akan dilanjutkan peringatan 60 KAA di Bandung, Jawa Barat. Sebelum penutupan, Presiden Joko Widodo mengesahkan tiga dokumen penting yang disepakati dalam konferensi.
"Kita semua telah merumuskan tiga dokumen, yakni Pesan Bandung 2015, Deklarasi Penguatan Kemitraan Asia Afrika dan Deklarasi Palestina," demikian dikatakan Presiden Jokowi pidato penutupan KAA di Hall JCC kemarin.
Presiden mengatakan bahwa tiga dokumen ini disahkan melalui proses yang terbuka. "Saya meyakini konsep ini merupakan cerminan Dasasila Bandung," demikian dikatakan Kepala Negara.
Setelah menyatakan sah, Presiden Jokowi memukulkan palu sebanyak tiga kali. Dalam pidato penutupan Presiden juga menyatakan kegembiraan karena telah disepakati berdirinya Asia Afrika Center di Indonesia.
"Saya juga gembira bahwa sidang sepakat mendukung berdirinya Asia Afrika Center di Indonesia," demikian dinyatakan Presiden.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa dalam konferensi juga disepakati semangat untuk terus menggelorakan perjuangan meningkatkan kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas sesama negara Asia Afrika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal