Suara.com - Polda Metro Jaya akan memeriksa saksi-saksi acara Splash After Class atau pesta kelulusan anak SMA/SMK yang kemudian dikenal sebagai pesta bikini di The Hotel Media and Towers. Pesta yang kemudian dibatalkan tersebut digagas oleh event organizer Divine Production.
"Maksud dan tujuannya seperti apa. Akan kita panggil setelah pelapor dan saksi-saksi lengkap. Kita lihat hasil pemeriksaan, secepatnya akan kita panggil," kata Pjs Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Widjanarko di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/4/2015).
Pemeriksaan tersebut sebagai tindaklanjut laporan pengelola SMA Muhammadiyah 11, Rawamangun, Jakarta Timur, atas pencatutan nama sekolah oleh panitia acara pesta bikini, ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya.
"Kedatangan kami ke sini adalah melaporkan kasus pesta bikini, di mana nama institusi kami Muhammadiyah dicatut dan diberitakan dengan tidak benar," ujar Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Slamet Sutopo, usai membuat laporan.
Slamet mengatakan sekolah baru tahu ada nama sekolah dimasukkan dalam undangan pesta bikini setelah mendapat info dari murid pada Kamis (23/4/2015).
"Kami kecewa dan kaget. Tidak pernah ada koordinasi atau pemberitahuan terkait acara apa pun. Kami tidak pernah men-support kegiatan itu. Kami belum tahu kenapa mereka masukin nama sekolah kami," katanya.
Mereka mengadukan Divine Production atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media elektronik dengan nomor laporan 1595/IV/2015/PMJ/Ditreskrimsus.
Divine Production diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310, Pasal 311 KUHP.
"Kami bergerak cepat tidak menunggu (sekolah) yang lain, karena takutnya yang lain tidak bergerak. Ini adalah PR (pekerjaan rumah) kita bersama, karena perbuatan ini tidak mendidik. Ini juga sebagai pelajaran bagi penyelenggara," kata dia.
Slamet mengatakan Divine Production memang sudah minta maaf kepada sekolah melalui surat yang dikirimkan oleh kurir. Namun, di dalam surat tersebut tidak dicantumkan siapa yang bertanggungjawab.
"Kami menerima surat permohonan maaf, namun tidak ada yang bertanggungjawab hanya distempel panitia. Yang penting kami laporkan dulu, untuk masalah tindak lanjutnya sangat memungkinkan untuk ke ranah hukum. Yang dilaporkan pihak Divine Production, atas nama Debby Carolina. Laporannya tadi sudah diterima," katanya.
Sebelumnya diberitakan, muncul undangan pesta bikini di dunia maya, seperti Twitter dan situs YouTube.
Video menayangkan sebuah gambar pamflet dari Divine Production yang mengajak pelajar SMA untuk menghadiri acara bertajuk Splash After Class di The Hotel Media and Towers, Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 3, Jakarta Pusat, yang rencananya digelar Sabtu (25/4/2015).
Dalam poster, penyelenggara menyantumkan nama sejumlah sekolah, antara lain SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14, SMA 38, SMK 50, SMA 24, SMK Musik BSD, SMA 31, SMA 109, SMA 53, SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, SMA 44, SMA Alkamal, SMA 29, SMA 26, dan SMA 31.
Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta polisi segera menindak event organizer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK