Suara.com - Peringatan tsunami yang dikeluarkan menyusul terjadinya gempa bumi 7,1 skala richter di Papua Nugini, telah dicabut.
Sebelumnya, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebutkan bahwa gelombang tsunami berpotensi muncul para radius 300 kilometer dari pusat gempa.
Menurut keterangan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa yang terjadi pada Jumat (1/5/2015) sendiri terletak di lokasi yang berjarak 128 kilometer sebelah barat daya Rabaul pada kedalaman 61 kilometer.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban, maupun kerusakan yang disebabkan oleh gempa.
Rabaul, sebuah kota yang terletak di Pulau East New Britain, Papua Nugini, terletak di dekat Gunung Tavurvur, sebuah gunung berapi. Rabaul hancur saat gunung tersebut mengalami erupsi pada tahun 1994. Wilayah tersebut, pada hari Kamis (30/4/2015) juga diguncang gempa berkekuatan 6,9 skala richter. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI
-
Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
-
Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif
-
Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta
-
Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi