Suara.com - Untuk kedua kalinya, Presiden Joko Widodo akan bertandang ke Papua. Presiden dijadwalkan tiba di Bumi Cenderawasih pada Jumat (8/5/2015).
"Masih tentatif, tapi kami tetap persiapkan kedatangan Bapak Presiden," kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan, Senin (4/5/2015).
Pangdam belum tahu semua agenda kunjungan Jokowi. Tapi, di antaranya, Presiden akan melakukan peletakan batu pertama fiber optik milik Telkomsel di Sorong, Papua Barat.
"Perkembangan-perkembangan nantinya akan kami minta di Sesneg," katanya.
Menurut informasi yang dihimpun Suara.com, lawatan Presiden Jokowi juga untuk meninjau dan meresmikan proyek di wilayah Papua dan Papua Barat, seperti jembatan Holtekam, peresmian kampus IPDN di Buper Waena, peletakan batu pertama pembangunan fasilitas PON 2020, peresmian industri petro kimia dan peresmian pembangunan pembangkit listrik proyek tangguh BUMN di Papua Barat.
Selain itu, Jokowi juga akan melakukan panen raya di Wapeko, Kabupaten Merauke.
"Iya benar Pak Presiden akan panen raya di Merauke dengan luas lahan sekitar 300 hektare,"kata Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Supartodi.
Pihak TNI mengklaim ada tiga titik daerah rawan gangguan keamanan yang harus diwaspadai menjelang kedatangan Presiden ke Kota Jayapura.
Komandan Kodim 1707/Jayapura Letkol Inf Yoyok Pranowo menyebutkan tiga titik tersebut, yakni kawasan Perumnas 3 Waena, Lingkaran Abepura, Waena, dan Tanah Hitam. Dan untuk kesiapan personil, Kodim Jayapura terus berkoordinasi dengan aparat terkait.
"Ya semoga kegiatannya berjalan lancar dan aman. Personil organik Garnizun akan tetap disiagakan. Dan tidak ada pengamanan yang berlebihan, hanya kami mengantisipasi sejumlah titik yang sering dijadikan kelompok untuk berunjuk rasa dan kami mencegahnya agar, kelompok-kelompok tersebut tidak melakukan unjuk rasa,” kata Yoyok di Makodim Jayapura.
Soal adanya sikap penolakan kedatangan Jokowi dari sejumlah tokoh agama, menurut Yoyok, seharusnya itu tidak perlu dilakukan mengingat Presiden adalah simbol negara sekaligus pimpinan tertinggi di negara ini. Apalagi kehadiran Jokowi untuk menyelesaikan masalah yang ada di Papua.
Fransen Siahaan menambahkan sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kedatangan Jokowi.
“Siang ini kami masih melakukan rapat dengan tim pusat dan Paspampres. Tanggal 6 Mei akan ada apel gelar pasukan, lalu tanggal 7 Mei gladi bersih dan tanggal 8 Mei Presiden tiba di Jayapura,” katanya.
Lanjut Fransen, aparat juga mengantisipasi sejumlah ancaman menggagalkan kedatangan presiden dan semuanya siap diamankan oleh TNI dan Polri. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari
-
Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027
-
Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring
-
Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana
-
Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih
-
5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja