- Ray Rangkuti mengkritik merosotnya etika pejabat dan menyindir fenomena jalur pintas jabatan via relasi kuasa.
- DPR dinilai kehilangan independensi dan berubah fungsi menjadi 'Dewan Perwakilan Partai' yang tunduk pada ketua umum.
- Ray mengusulkan pemangkasan jumlah anggota DPR karena dinilai tidak efektif dan mengalami krisis representasi.
Suara.com - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, melontarkan kritik pedas terhadap merosotnya standar etika dan integritas dalam proses seleksi pejabat negara di DPR RI.
Ia menyoroti fenomena ironis yang kini ramai diperbincangkan publik sebagai jalur pintas atau "tutor" untuk meraih jabatan tinggi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Ray dalam diskusi media yang digelar Formappi bertajuk "Kasus Adies dan Thomas: Perlukah Reformasi DPR?" di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Ray menilai, saat ini ada kecenderungan kuat di mana seseorang justru diapresiasi dengan jabatan mentereng setelah melakukan tindakan kontroversial atau karena faktor kedekatan kekuasaan.
“Jadi makin benar kata para Gen Z ya, makin Anda buruk, itu Anda semakin cepat karier naik, kira-kira begitu. Dan sekarang begitu kan? Peristiwa polisi, tentara kemarin di MK, kebetulan kan saya ikuti media sosial saya, banyak tuh di bawahnya ‘tutor untuk naik jabatan’. Satunya adalah ya lecehkan masyarakat,” ujar Ray.
Ray menjelaskan bahwa saat ini setidaknya ada dua mekanisme yang tercermin dari putusan-putusan DPR belakangan ini.
“Jadi ini sekarang kita lihat ada dua mekanisme kalau kita belajar dari putusan DPR yang terakhir. Pertama, kau anak siapa, kau ponakan siapa,” kata Ray.
Ia mengaitkan mekanisme tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo mengenai percepatan karier berdasarkan relasi keluarga.
"Dan kedua itu dipraktikkan di DPR. Satu-satunya lembaga yang dipanggil secara resmi 'Yang Terhormat',” tuturnya.
Baca Juga: Menguak Misteri Lorong Rahasia dalam Lima Sekawan Beraksi Kembali
Ray menegaskan bahwa mekanisme kedua tersebut dipraktikkan di DPR. Ia menyoroti posisi DPR sebagai satu-satunya lembaga yang secara resmi disematkan sebutan “Yang Terhormat”.
Menurutnya, status tersebut memberikan kekebalan hukum terhadap pernyataan lisan anggota DPR saat menjalankan tugas. Ia mencontohkan pengalamannya dalam sebuah perdebatan di stasiun televisi swasta.
“Jadi anggota DPR ini punya hak asasi, enggak bisa dipersoalkan secara hukum ketika dia menjalankan tugasnya,” ucapnya.
Dewan Perwakilan Partai
Kritik Ray semakin menukik saat membahas perilaku anggota DPR RI yang kini ia sebut lebih tepat menyandang nama "Dewan Perwakilan Partai" ketimbang Dewan Perwakilan Rakyat.
Ia menilai para wakil rakyat telah kehilangan independensinya dan hanya menjadi kepanjangan tangan dari kepentingan ketua umum partai politik masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day
-
Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik