News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2015 | 14:13 WIB
Keadaan gempa di Nepal. (Reuters)

Suara.com - Lelaki tua, Fulche Tamang terbaring lemas di klinik di Kota Trishuli, Nepal. Dia adalah lelaki paling tua yang lolos dari maut gempa dahsyat Nepal Sabtu (25/4/2015) pekan lalu.

Tamang, begitu panggilan lelaki berusia 101 tahun itu. Dia mengaku 2 kali mengalami gempa paling mematikan di Nepal. Pertama tahun 1934. Namun gempa kali ini lebih dahsyat.

Ditemui Al Jazeera, Tamang begitu lancar menceritakan detik-detik gempa datang. Saat gempa dia tengah berada di rumah keluarganya di distrik Nuwakot.

"Tiba-tiba ada suara menabrak keras dan segala sesuatu mulai jatuh," kata Tamang.

Kemudian dia jatuh, dan dinding rumahnya mulai runtuh. Begitu juga langit-langit rumah berjatuhan.

"Beberapa jatuh di dada saya juga," kata Tamang.

Setelah gempa, tangan dan kakinya terjebak bebatuan. Putri mertuanya datang dan berusaha menyelamatkan Tamang.

"Lengan dan kaki saya terjebak di bawah reruntuhan," kata dia.

Namun Tamang hanya mengalami luka ringan. Tamang pun aneh saat dirinya mendapatkan perhatian banyak media. Padahal dia hanya mengalami luka ringan.

"Saya tidak berpikir itu akan sepenting jika aku hidup atau mati. Aku sudah menjalani kehidupan yang sama seperti ini dulu," jelasnya.

Sekarang Tamang, mengaku merasa lebih baik. Dia bisa makan enak dan tidur nyenyak.

"Aku duduk dengan nyaman, aku punya makanan," cerita Tamang. (Al Jazeera)

Load More