Suara.com - Lelaki tua, Fulche Tamang terbaring lemas di klinik di Kota Trishuli, Nepal. Dia adalah lelaki paling tua yang lolos dari maut gempa dahsyat Nepal Sabtu (25/4/2015) pekan lalu.
Tamang, begitu panggilan lelaki berusia 101 tahun itu. Dia mengaku 2 kali mengalami gempa paling mematikan di Nepal. Pertama tahun 1934. Namun gempa kali ini lebih dahsyat.
Ditemui Al Jazeera, Tamang begitu lancar menceritakan detik-detik gempa datang. Saat gempa dia tengah berada di rumah keluarganya di distrik Nuwakot.
"Tiba-tiba ada suara menabrak keras dan segala sesuatu mulai jatuh," kata Tamang.
Kemudian dia jatuh, dan dinding rumahnya mulai runtuh. Begitu juga langit-langit rumah berjatuhan.
"Beberapa jatuh di dada saya juga," kata Tamang.
Setelah gempa, tangan dan kakinya terjebak bebatuan. Putri mertuanya datang dan berusaha menyelamatkan Tamang.
"Lengan dan kaki saya terjebak di bawah reruntuhan," kata dia.
Namun Tamang hanya mengalami luka ringan. Tamang pun aneh saat dirinya mendapatkan perhatian banyak media. Padahal dia hanya mengalami luka ringan.
"Saya tidak berpikir itu akan sepenting jika aku hidup atau mati. Aku sudah menjalani kehidupan yang sama seperti ini dulu," jelasnya.
Sekarang Tamang, mengaku merasa lebih baik. Dia bisa makan enak dan tidur nyenyak.
"Aku duduk dengan nyaman, aku punya makanan," cerita Tamang. (Al Jazeera)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Demokrat Warning 'Agenda Terselubung' di RUU Pemilu, Ada Upaya Batasi Pencalonan Presiden!
-
Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo
-
Target Rampung Sebelum 2029, Restorasi Candi Prambanan Diprediksi Pikat Turis India
-
Polri Geledah 8 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU Kasus PLN, Asabri, hingga Krakatau Steel
-
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Pembunuh Pilot Nicholas Goselin, Ini Perannya
-
Butuh Kesempatan Kerja yang Setara, Fajeri di JobFair Jaksel: Padahal Difabel Ada yang Mampu Juga
-
Jelang Muktamar PBNU, Gus Ipul Tegaskan Tak Semua PWNU-PCNU Punya Hak Pilih
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa