Suara.com - Sebanyak ribu insinyur lebih mulai memperbaiki rumah-rumah yang hancur di Nepal akibat gempa 7,9 SR, 25 April lalu. Rumah itu akan dibangun dengan desain tahan gempa.
Meski mendapat bantuan dari insinyur, biaya untuk membangun rumah tetap dibebankan kepada masyarakat. Pemerintah tidak akan memberikan uang untuk bantuan.
Warga Nepal yang rumahnya hancur diberikan pinjaman bank dengan bunga ringan, yaitu 2 persen. Biasanya bank Nepal memberikan pinjaman dengan bunga rata-rata 10 persen.
Rata-rata warga di Kathmandu mendapat pinjaman hingga 2,5 juta rupee atau sekitar USD 25.000. Sementara di luar ibukota Nepal hanya mendapatkan batasan pinjaman 1,5 juta rupee atau sekitar USD 15.000.
Anggota DPR dari Kathmandu, Bhimsen Das Shrestha mendesak pemerintah harus memperkenalkan aturan baru untuk membuat bangunan tahan gempa.
"Ketika kami membangun kembali struktur di Kathmandu, kita perlu mempertimbangkan teknologi baru di daerah rawan gempa," kata dia seperti dilansir AP, Jumat (8/5/2015).
Sementara Nepal membangun, negara yang ada di kawasan pegunungan itu saat ini terjangkit berbagai penyakit. Selain itu juga banyak pengangguran dan orang yang tidak memiliki tempat tinggal. (AP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Usut Kasus Pemerasan Sudewo Cs, KPK Panggil Plt Bupati Hingga Ketua KPU Pati
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
-
Ini Dia 36 Wartawan Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award 2025
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK