Suara.com - Wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekrut penyidik dari Tentara Nasional Indonesia(TNI) menguat akhir-akhir ini. Berawal dari isu dijadikan sebagai penyidik, hingga akhirnya dibantah KPK. Menurut KPK, tenaga TNI digunakan untuk mengisi posisi di Kesekjenan KPK sendiri. Pasalnya, kesekjenan membawahi banyak bidang.
Anggota DPR dari Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun menilai wacana ini mencerminkan kemunduran nilai demokrasi.
"Ini adalah kemunduran demokrasi apabila ditariknya TNI ke wilayah-wilayah sipil. Sudah tidak ada lagi hegemoni militer di sini. Biarkan tentara profesional dan jangan juga tentara tergoda untuk mau ditarik-tarik ke wilayah yang bukan bidangnya," kata Misbakhun di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(9/5/2015).
Dia menegaskan bahwa generasi yang lahir sekarang ini adalah generasi yang terlahir dari reformasi. Oleh karena itu, dia menyarankan agar TNI menjalankan tugasnya sesuai dengan amanat reformasi, yakni menjalankan tugasnya dengan profesional untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara.
Lebih lanjut dia menambahkan, keterdesakkan dan situasi darurat sajalah yang bisa meminta bantuan TNI untuk masuk ke ranah sipil. Dan hal itu menurutnya belum terjadi.
"TNI ini sudah kita sepakati dalam reforamsi kita bahwa TNI profesional menjaga pertahanan keamanan negara, jaga perbatasan, jaga infiltrasi asing dan sebagainya. Kecuali ada tugas-tugas darurat bencana dan sebagainya, melakukan tugas kemanusiaan, tugas-tugas masyarakt sipil," kata Anggota Komisi XI DPR tersebut.
Menurutnya, masih ada polisi dan jaksa untuk mengokohkan kinerja KPK. Selain itu, tenaga yang sudah pensiun dari korps TNI pun tidak boleh dijadikan sebagai bagian dari KPK.
"Tentara itu dilatih untuk membunuh atu dibunuh dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara. Tidak ada urgesinya TNI ditarik ke dalam wilayah penyidik KPK. Saya tidak melihat urgensinya, masih banyak polisi,jaksa yang baik yang bisa dijadikan penyidik. Dan biarlah orang yang pensiun itu menikmati pensiunnya. Kita cari generasi-generasi baru yang cemerlang yang masih produktif yang punya pemikiran bagus untuk kita ajak jadi penyidik dalam rangka pemberantasan korupsi," tutupnya.
Berita Terkait
-
Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi