Suara.com - Kapolri Jenderal Pol Badroddin Haiti meminta jajaran Polri untuk terus memantau 17 kelompok radikal guna mengantisipasi berkembangnya kelompok itu.
"Kita sudah melakukan pemetaan kelompok radikal dan melakukan pemantauan terus-menerus," katanya di sela kunjungan kerja di Markas Yonif 700/Raider di Makassar, Senin (11/5/2015).
Kehadiran Kapolri bersama Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Makassar dalam rangka memberikan pengarahan kepada 2.039 personel prajurit TNI-Polri di Markas Yonif 700/Raider.
Menurut Kapolri, 17 kelompok radikal yang terus dipantau itu dinilai berpotensi melakukan kegiatan yang melanggar hukum yang tersebar di sejumlah daerah. Berkaitan dengan hal itu, menurut Kapolri, ada sejumlah orang yang ditangkap.
Mengenai pengibaran bendera yang dinilai menjadi simbol kelompok radikal, Kapolri mengatakan tidak terlalu dipersoalkan.
"Bukan persoalan benderanya, tapi pemikirannya, karena itu dapat mempengaruhi, sehingga pendekatannya bukan hanya dengan penegakan hukum semata, tetapi juga deradikalisasi dengan memanfaatkan bantuan ulama-ulama untuk menyadarkannya," katanya.
Mengenai kelompok radikal yang ada di Kawasan Timur Indonesia, diantaranya Mujahidin Indonesia Timur, Laskar Jundullah dan ISIS, ia menyatakan oknum yang ditangkap itu karena dinilai sudah melanggar hukum.
"Sementara yang tidak terlibat dengan persoalan hukum hanya dipantau aktivitasnya," katanya. Setelah pengarahan digelar di Makassar akan dilanjutkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. (Antara)
Berita Terkait
-
Bentuk Pasukan Khusus di Dunia Maya, Cara BNPT Mencegah Radikalisme di Era Tanpa Batas
-
Menelusuri Gerakan NII, Kelompok Islam Radikal dan Hubungannya dengan Al Zaytun
-
Bencana Alam di RI Disebut Karena 'Azab' Tak Terapkan Khilafah, Ini Respons ADDI
-
Suaib Tahir: Kelompok Radikal Sempitkan Makna "Al Wala Wal Bara"
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif