Suara.com - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak menyatakan, pihaknya terus mengembangkan pengusutan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) penjualan kondensat milik negara oleh SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp2 triliun. Dalam kasus ini, penyidik tengah mengincar tersangka baru.
"Dari keterangan saksi-saksi itu, kami baru lihat, apakah ada tersangka lainnya atau tidak. Yang jelas, kami tidak mau diam pada tiga tersangka yang sudah ada saja. Kami harus kembangkan agar kasus ini terungkap," ungkap Victor di Bareskrim Polri, Selasa (12/5/2015).
Victor memaparkan, hari ini penyidik Bareskrim memeriksa enam saksi untuk mengejar kemungkinan adanya tersangka baru. Mereka ada yang merupakan pejabat SKK Migas, pejabat TPPI, serta dari Kementerian Keuangan.
"Jadwal pemeriksaan hari ini, ada enam orang saksi yang diperiksa. Komposisinya, dua pejabat TPPI, tiga pejabat SKK Migas, dan satu saksi pejabat Kementerian Keuangan," ungkapnya.
Victor menjelaskan, para saksi itu akan dimintai keterangannya seputar kewenangan mereka terkait kasus ini. Kemudian juga akan ada pertanyaan soal mekanisme pembuatan dokumen dalam penjualan kondensat, aset negara tersebut.
"Ini kan baru pemeriksaan pertama. Jadi baru mengorek soal apa jabatan dia, wewenangnya apa. Kemudian bagaimana proses penunjukan, pembuatan dokumen dalam penjualan kondensat, dan lainnya," terangnya.
Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim diketahui telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka di antaranya berinisial DH, HW dan RP. Namun, Victor enggan menjelaskan siapa nama lengkap para tersangka tersebut.
"Nanti dulu lah," tukasnya.
Sebelumnya, Victor menjelaskan bahwa aliran dana dugaan korupsi dan TPPU penjualan kondensat milik negara itu mengalir ke sebuah bank asing, yaitu ke Bank Standard Chartered. Aliran dana itu ada yang dari dolar ke rupiah dan juga dari rupiah ke dolar.
"Tapi ini pasti sangat banyak, dan membutuhkan ketelitian untuk merekapnya. Kalau sudah terekap dengan baik, nanti kami bicarakan," kata Victor.
Selain aliran dana, imbuh Victor, penyidik juga tengah mendalami dugaan pencucian uang dalam kasus ini. Sebab menurutnya, ada temuan bahwa uang hasil korupsi ini diubah menjadi aset dalam bentuk lain.
"Asset tracing sudah jalan. Tapi belum kelihatan kepada siapa saja, tapi sudah tahu rekeningnya masuk-keluar tanggal ini. Sekarang yang penting kita cari tahu ini ke siapa. Ada juga yang perorangan," paparnya.
Ditambahkan Victor, dalam kasus ini DH diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan menunjuk langsung PT TPPI untuk menerima proyek itu. Padahal seharusnya, proses penunjukan ini melewati tahapan lelang.
Berita Terkait
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI