Suara.com - Nurindria Sari, istri dari Utomo Permono, warga Perumahan Citra Gran Cluster Nusa 2, Blok E, Nomor 37, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, sering ngelantur kalau menjawab pertanyaan polisi. Mereka adalah suami istri yang diduga menelantarkan anaknya yang berusia delapan tahun, AD.
Ketika ditanya anggota Polda Metro Jaya mengenai kondisi kelima anaknya, Nurindria malah menceritakan kisahnya dan suaminya.
Kata Nurindria, suaminya merupakan sahabat dekat Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudoyono. Katanya lagi, Utomo sering menemui Yudhoyono ketika itu.
"Suami saya itu sahabat SBY, kalau datang ke sana enggak diperiksa (Paspampres)," kata Nurindria.
Sambil bercerita, Nurindria sekali-sekali tertawa.
"Paspampres SBY itu tetangga suami saya dulu waktu pacaran, tetangga sebelah kiri itu jadi Paspampres. Jadi kalau ketemu itu jambak-jambakan," kata Nurindria sambil terkekeh.
Anggota polisi yang penasaran bertanya mengenai keterangan Nurindria, "Jadi, Paspampresnya yang teman suami ibu, bukan SBY dong."
Mendengar itu, Nurindria bicara lagi.
"Sebelumnya, sama pentolan-pentolan Demokrat itu suami saya kenal semua," katanya.
Nurindria menambahkan suaminya akan dicalonkan oleh Partai Demokrat menjadi wakil bupati. Tapi, Nurindria tidak menyebut untuk bupati daerah mana.
"Ini memperjuangkan mau dicalonno (calonkan) jadi wakil bupati, ada deh. Aku tidak nyalonno, ini cuma peluang tapi masih pikir panjang banget," katanya.
Nurindria bicara ngelantur lagi.
"Teman yang nawarin dan mempercayai kami karena kesanggupan milik Allah, aku gak mau ambisius. Waktu itu ditawarin itu," ujarnya.
Saat ini, Nurindria dan Utomo tengah diperiksa di Polda Metro Jaya. Dugaan kasus penelantaran anak terbongkar dari laporan warga yang melihat kondisi AD, anak ketiga pasangan Utomo dan Nurindria. Sudah sekitar satu bulan terakhir AD tidur di luar rumah, terkadang di pos jaga perumahan. Kalau siang hari, ia berkeliling komplek dengan sepedanya, sejak tak diizinkan masuk ke rumah oleh orangtuanya.
AD tidak boleh masuk ke rumahnya diketahui setelah beberapa warga menanyakannya. Selain tidak diizinkan masuk rumah, AD juga sudah tidak bersekolah sejak sebulan lalu.
Pagi tadi, KPAI, Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial, dibantu polisi mendatangi rumah Utomo. Mereka makin curiga ada yang tidak beres dengan perilaku Utomo dan istri kepada anak-anaknya yang berjumlah lima orang, L (10), C (10), AD (8), A (5), dan D (3). Menurut KPAI, anak-anak ini mengalami trauma psikis.
Kelima anak tersebut kemudian dibawa ke rumah aman milik negara. Sedangkan Utomo dan istri dibawa ke Polda Metro Jaya.
Utomo dan istri membantah telah melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya.
Tapi bila dalam pemeriksaan nanti mereka terbukti melakukan penelantaran dan penganiayaan, bisa dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76 b yang berbunyi anak yang mendapat perlakuan salah dan penelantaran. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan